Kredit Foto: PLN
Lembaga tersebut mengusulkan penggunaan teknologi pendinginan tanpa air (waterless) atau sistem sirkulasi tertutup (closed-loop), penerapan standar efisiensi energi melalui Power Usage Effectiveness (PUE) di bawah 1,3, serta peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.
Besarnya Infrastruktur, Seberapa Besar Manfaat Ekonomi?
Di tengah agresifnya pembangunan data center, pertanyaan lain muncul mengenai manfaat ekonomi yang dihasilkan.
Selain membutuhkan investasi besar dan konsumsi energi tinggi, keberadaan data center juga menghadirkan pertanyaan mengenai kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan pengembangan industri teknologi nasional.
Ekonom Bank Mandiri Andre Simangunsong menilai pembangunan data center berbasis AI belum memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja maupun pembentukan ekosistem teknologi dalam negeri.
Menurut Andre, Indonesia perlu berhati-hati agar tidak hanya menjadi lokasi pembangunan infrastruktur digital tanpa mendapatkan nilai tambah yang lebih luas.
"Amerika Serikat dan banyak negara Uni Eropa sedang mengkaji apakah data center ini perlu dihentikan atau tidak. Sekarang pertanyaannya kembali lagi ke Indonesia, target AI kita apa? Apakah hanya ingin membangun infrastruktur yang artinya berhenti sampai di data center, atau kita mau membangun ekosistem?" kata Andre di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, pembangunan fisik data center memang memberikan dampak ekonomi sementara, terutama bagi sektor konstruksi.
Selama masa pembangunan yang dapat berlangsung sekitar dua tahun, industri konstruksi mendapatkan manfaat dari kebutuhan material seperti besi, baja, dan pipa, termasuk penyerapan tenaga kerja.
Namun, setelah fasilitas tersebut beroperasi, kebutuhan tenaga kerja menjadi jauh lebih terbatas.
"Begitu sudah beroperasi, ada berapa pekerja yang dibutuhkan untuk mengoperasikan data center? Cuma tiga. Job creation-nya sangat minimal," ungkap Andre di Jakarta.
Ia juga menyoroti kondisi industri AI nasional yang masih bergantung pada teknologi asing.
Menurutnya, saat ini sebagian besar data center di Indonesia masih berfungsi sebagai infrastruktur penyimpanan dan pengolahan data untuk aplikasi global seperti ChatGPT, Claude, hingga Gemini.
"Sekarang pertanyaannya, Indonesia punya enggak aplikasi AI? Tidak ada," tambahnya.
Dari Infrastruktur Digital Menuju Ekosistem Teknologi
Perdebatan mengenai data center tidak berhenti pada pembangunan gedung server dan kebutuhan listrik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana Indonesia dapat membangun ekosistem teknologi yang memberikan nilai tambah lebih besar.
Salah satu sektor yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital adalah industri semikonduktor dan penyimpanan energi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: