Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional

Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional Kredit Foto: PLN

Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Aditya Farhan Arif, mengatakan perkembangan industri chip global tidak memberikan dampak langsung terhadap produksi sel baterai kendaraan listrik maupun sistem penyimpanan energi domestik.

Pergeseran kapasitas produksi chip memori dunia menuju kebutuhan data center berbasis AI lebih banyak berdampak pada komponen elektronik pendukung, seperti Battery Management System (BMS) dan Energy Management System (EMS).

"Dampaknya bukan ke baterainya, lebih ke Battery Management System-nya. Jadi dampaknya terhadap adopsi secara keseluruhan, tetapi tidak serta-merta punya dampak langsung terhadap baterai itu sendiri," ujar Aditya.

Menurutnya, jika sistem EMS dan BMS telah dibangun secara stabil, gangguan pasokan komponen mikroelektronika tidak akan menghentikan fungsi utama baterai.

"Kalau EMS atau BMS-nya sudah established sebelumnya, itu kan bukan berarti baterainya tidak bisa diganti. Jadi kurang lebih seperti itu," tuturnya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Perketat Pengawasan Data Center Jatiluhur

IBC melihat industri baterai nasional masih memiliki peluang untuk menghadapi dinamika rantai pasok chip global. Salah satunya karena produsen mulai melakukan diversifikasi pemasok dan tidak lagi bergantung pada satu sumber.

Menentukan Arah Masa Depan Data Center Indonesia

Perkembangan data center di Indonesia memperlihatkan dua sisi yang berjalan bersamaan.

Di satu sisi, industri ini membuka peluang besar bagi ekonomi digital, memperkuat infrastruktur teknologi, serta menarik investasi global.

Namun di sisi lain, ekspansi tersebut membawa konsekuensi terhadap kebutuhan energi, air, tata kelola lingkungan, dan pertanyaan mengenai seberapa besar nilai tambah yang benar-benar tinggal di dalam negeri.

Dengan kebutuhan listrik yang terus meningkat dan tekanan terhadap sumber daya alam yang semakin besar, pembangunan data center ke depan tidak hanya akan ditentukan oleh seberapa besar investasi yang masuk, tetapi juga bagaimana Indonesia mengelola keseimbangan antara pertumbuhan digital dan keberlanjutan.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: