Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

7 Konglomerat Terkaya di Indonesia pada Oktober 2026, Low Tuck Kwong Nomor Wahid

7 Konglomerat Terkaya di Indonesia pada Oktober 2026, Low Tuck Kwong Nomor Wahid Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peta orang terkaya di Indonesia pada Oktober 2026 masih belum berubah. Low Tuck Kwong tetap kokoh di posisi puncak dengan kekayaan yang mencapai ratusan triliun rupiah, mengungguli para konglomerat lainnya di Tanah Air.

Nilai kekayaan konglomerat Tanah Air tersebut terus bergerak mengikuti kondisi pasar saham dan fluktuasi harga komoditas global. Sektor energi, perbankan, dan pertambangan masih menjadi sumber utama kekayaan para taipan nasional. 

Namun, koreksi pasar saham sepanjang tahun berjalan turut memengaruhi nilai aset sejumlah pengusaha besar.

Dato Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), kembali menjadi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$16,4 miliar atau sekitar Rp291,37 triliun.

“Dikenal sebagai raja batu bara, Low Tuck Kwong yang lahir di Singapura adalah pendiri Bayan Resources, sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Indonesia,” ujar data seperti dikutip dari Forbes, Minggu (4/10/2026).

Di BYAN, kepemilikan saham Low Tuck Kwong akan mencapai 6.951.170.541 saham atau sekitar 20,853% dari total saham perseroan setelah perjanjian jual beli saham bersyarat yang dilakukan pengusaha Andi Syamsudin Arsyad melalui PT Jhonlin Baratama.

Selain Bayan Resources, Low juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan asal Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya bernama Manhattan Resources. Ia turut memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.

Low juga memiliki keterkaitan dengan SEAX Global, perusahaan yang tengah membangun sistem kabel laut untuk menghubungkan konektivitas internet Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Di posisi kedua, terdapat Robert Budi Hartono dengan kekayaan US$15,2 miliar atau Rp271,9 triliun. Sementara Prajogo Pangestu berada di posisi ketiga dengan kekayaan US$14,8 miliar atau Rp263,74 triliun.

Posisi Low di puncak sebelumnya menyalip Hartono dan Prajogo yang kini berada di bawahnya.

Baca Juga: Profil Bayan Resources, dari Bisnis Kontraktor Low Tuck Kwong hingga Dibidik Haji Isam

Baca Juga: Haji Isam Siap Akuisisi 10 Miliar Saham BYAN Milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low

Baca Juga: Ambisi Prajogo Pangestu Ingin Kuasai Penuh Emiten SINI Milik Happy Hapsoro

Selanjutnya, Anthoni Salim menempati posisi keempat dengan kekayaan US$10,8 miliar atau Rp193,78 triliun. Konglomerat tersebut dikenal sebagai penguasa Indofood Group.

Di posisi kelima terdapat Dato Sri Tahir, pemilik Mayapada Group, dengan kekayaan US$9,4 miliar atau Rp168,54 triliun.

Sementara itu, Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corp, berada di posisi berikutnya dengan kekayaan US$8,6 miliar atau Rp153,84 triliun.

Otto Toto Sugiri, bos DCI Indonesia, melengkapi jajaran tujuh besar dengan kekayaan US$8,2 miliar atau sekitar Rp146,68 triliun.

Dengan demikian, persaingan di jajaran teratas orang terkaya Indonesia pada Oktober 2026 masih didominasi nama-nama besar dari sektor batu bara, energi, perbankan, manufaktur, hingga teknologi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan