Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ambisi Prajogo Pangestu Ingin Kuasai Penuh Emiten SINI Milik Happy Hapsoro

Ambisi Prajogo Pangestu Ingin Kuasai Penuh Emiten SINI Milik Happy Hapsoro Kredit Foto: Barito Pacific
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), membidik posisi pengendali utama PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro. Untuk merealisasikan rencana tersebut, CUAN tengah bernegosiasi dengan sejumlah pemegang saham SINI guna meningkatkan kepemilikannya di perseroan.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, CUAN tengah bernegosiasi dengan sejumlah pemegang saham SINI. Pembahasan mencakup mekanisme transaksi, harga saham, hingga waktu penyelesaian pengambilalihan.

Saat ini, CUAN secara tidak langsung telah menguasai 334,04 juta saham SINI atau setara 27,78% dari total saham perseroan. Kepemilikan tersebut berada melalui dua entitas, yakni Kreasi Jasa Persada (KJP) dan Petrosea (PTRO).

KJP memiliki 94,94 juta saham SINI atau 7,90%, sedangkan PTRO menguasai 239,1 juta saham atau 19,88%.

Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, terdapat sejumlah pemegang saham SINI dengan kepemilikan lebih dari 1%. Berikut rinciannya:

  • Petrosea (PTRO): 239,1 juta saham atau 19,88%
  • Autum Prima Indonesia: 144,3 juta saham atau 12%
  • Kreasi Jasa Persada: 94,94 juta saham atau 7,90%
  • Deli Indonesia Raya: 90 juta saham atau 7,48%
  • Hendrikus Yulidar Putra Karim: 90 juta saham atau 7,48%
  • Batubara Development: 74,5 juta saham atau 6,20%
  • Hapsoro: 46,74 juta saham atau 3,89%
  • Susan Hioe: 16,43 juta saham atau 1,37%
  • Albert Kurniawan Budi S: 14,84 juta saham atau 1,23%
  • Tomy Goretha: 13,46 juta saham atau 1,12%

Sementara itu, data per 31 Juli 2026 menunjukkan jumlah saham SINI yang beredar di publik atau free float mencapai 357,56 juta saham, setara 29,74%. Jumlah tersebut bertambah 236,29 juta saham dibandingkan posisi akhir Juni 2026 yang sebanyak 121,27 juta saham atau 25,21%.

Jumlah saham SINI yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meningkat menjadi sekitar 1,2 miliar saham dari sebelumnya 481 juta saham pada akhir Juni 2026.

Pertumbuhan juga terjadi pada jumlah pemegang saham. Berdasarkan data nasabah pemilik Single Investor Identification (SID), jumlah pemegang saham SINI mencapai 9.338 pihak per akhir Juli 2026. Angka tersebut naik 2.394 pihak dari 6.944 pemegang saham pada akhir Juni 2026.

Dari sisi pemilik manfaat akhir, Limas Ananto tercatat memiliki 6,20% saham SINI melalui Batubara Development. Hendrikus Yulidar Putra Karim menguasai total 19,48% melalui Autum Prima Indonesia sebesar 12% dan kepemilikan langsung 7,48%. Sementara itu, Hapsoro memiliki 3,89% saham SINI secara langsung.

CUAN Siapkan Pengambilalihan

Direktur Utama CUAN, Michael mengatakan perseroan masih dalam tahap pembicaraan dengan pemegang saham SINI untuk mengambil posisi sebagai pengendali utama. Negosiasi tersebut meliputi mekanisme transaksi, harga saham, hingga target penyelesaian transaksi.

Jika kesepakatan tercapai, CUAN akan menjadi pemegang saham terbesar SINI dan memiliki kendali atas arah kebijakan serta manajemen perseroan.

Baca Juga: Emiten Milik Prajogo (CUAN) Siap Jadi Pengendali Baru SINI

Baca Juga: Ini 10 Saham Paling Cuan Saat IHSG Tembus 6.525, Ada yang Naik 76%!

Baca Juga: 10 Saham Top Gainer Hari Ini, Emiten Happy Hapsoro (UANG) Naik 24,92%

Setelah pengambilalihan rampung, CUAN juga wajib melakukan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 9/2018. Perseroan dapat menunjuk perusahaan terkendali untuk melaksanakan penawaran tender wajib tersebut setelah transaksi pengambilalihan diselesaikan.

Rencana ini merupakan bagian dari strategi CUAN untuk menambah aset dan memperluas jaringan bisnis grup. Langkah tersebut sekaligus mendukung pengembangan CUAN sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan jasa pertambangan terintegrasi.

Kinerja Keuangan SINI

Hingga semester I 2026, SINI mencatat laba bersih Rp679,7 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp26,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara tahunan, laba bersih SINI meningkat 2.674%. Laba per saham dasar juga berbalik positif menjadi Rp565,24 dari sebelumnya minus Rp54,89.

Pendapatan SINI mencapai Rp537,85 miliar, tumbuh 147,4% dibandingkan Rp217,4 miliar pada semester I 2025. Beban pokok pendapatan juga naik menjadi Rp394,44 miliar dari Rp169,62 miliar.

Dari sisi neraca, total ekuitas SINI per akhir Juni 2026 mencapai Rp3,58 triliun. Posisi tersebut berbalik dari ekuitas negatif Rp687,41 miliar pada akhir 2025, atau meningkat 626,47%. Total liabilitas tercatat Rp2,96 triliun, naik dari Rp2,25 triliun pada akhir 2025. 

Adapun total aset mencapai Rp6,55 triliun, melonjak 319,87% dibandingkan Rp1,56 triliun pada akhir 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan