Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Danone Indonesia menggandeng sejumlah mitra untuk menggelar Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertajuk “Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia” di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Kegiatan yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Santri 2026 ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pesantren, pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk mendorong peningkatan akses air bersih, sanitasi layak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.
Akses terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), akses sanitasi layak secara nasional pada 2024 mencapai 83,60%. Artinya, masih terdapat sekitar 45,4 juta masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak. Hampir 25 juta penduduk juga disebut belum menggunakan toilet, sementara baru sekitar 7% air limbah domestik yang diolah secara aman.
Tantangan tersebut juga dirasakan di lingkungan pesantren. Indonesia memiliki lebih dari 34.000 pondok pesantren dengan jutaan santri yang tinggal dalam sistem asrama.
Data survei Serikat Ekonomi Pesantren pada 2024 terhadap 210 pondok pesantren di Jawa Barat, DIY Yogyakarta, dan Jawa Timur menunjukkan bahwa baru sekitar 54% pesantren yang memiliki akses air bersih layak. Sementara itu, hanya 38% yang memiliki fasilitas sanitasi memadai.
Kondisi hunian yang padat, penggunaan fasilitas secara bersama-sama, serta perlunya penguatan edukasi PHBS menjadikan akses air bersih dan sanitasi sebagai bagian penting dalam mendukung lingkungan belajar yang sehat dan produktif bagi santri.
Karyanto Wibowo, Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia, mengatakan, pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran dan pembentukan karakter yang memberikan pengaruh besar bagi masyarakat. Karena itu, upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani oleh para santri serta diteruskan kepada keluarga dan komunitas di sekitarnya.
"Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak pesantren yang dapat membangun lingkungan yang sehat sekaligus menjadi agen perubahan yang menginspirasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas," jelas dia dikutip Jumat (9/10/2026).
Sebagai bagian dari komitmen Danone Indonesia melalui Danone Impact Journey, Program Air Bersih dan Sanitasi telah memberikan manfaat kepada lebih dari 500.000 jiwa di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup edukasi PHBS, pengelolaan lingkungan, serta penguatan tata kelola berbasis komunitas, termasuk di lingkungan pesantren.
Dalam pelaksanaannya, Danone Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah mitra strategis, seperti Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP), yang merupakan jaringan pemberdayaan pesantren, serta Water.org yang menghadirkan inovasi skema pembiayaan melalui program WaterCredit.
Skema tersebut ditujukan untuk membuka akses pembiayaan yang terjangkau bagi pesantren agar dapat membangun sarana air bersih dan sanitasi secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis, HNW Desak Madrasah dan Pesantren Dapat Anggaran Adil
Baca Juga: Atasi Krisis Air di Banten, PTPN IV PalmCo Salurkan 101 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan KK
Yuniar Restanto, Executive Director for Southeast Asia Water.org, mengatakan ketika sebuah pesantren memiliki akses air bersih dan sanitasi yang memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para santri, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat di sekitarnya.
Melalui WaterCredit, kami ingin membuka jalan bagi pesantren untuk mengakses pembiayaan yang membantu mewujudkan fasilitas air dan sanitasi yang aman, layak, dan berkelanjutan. "Kami percaya bahwa investasi pada air dan sanitasi adalah investasi bagi masa depan generasi yang lebih sehat dan produktif," jelas dia.
Santri sebagai Agen Perubahan
Festival yang dihadiri sekitar 3.500 peserta ini melibatkan santri Pesantren Ngalah, perwakilan pesantren di sekitar Kabupaten Pasuruan, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), komunitas lokal, serta lembaga keuangan.
Kegiatan tersebut mencakup talkshow dan pameran edukasi yang menghadirkan berbagai materi, mulai dari nutrisi, hidrasi sehat, hingga pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Salah satu agenda utama festival adalah pengukuhan Duta Santri BESTARI (Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri). Para santri terpilih ini akan menjadi agen perubahan sekaligus penggerak perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.
Duta Santri BESTARI diharapkan mampu menginspirasi sesama santri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses air bersih, sanitasi layak, serta penerapan praktik higiene sehari-hari sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya hidup sehat di pesantren.
Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH Tantowie Abdullah Siradj, menyampaikan, “Kami menyambut baik penyelenggaraan Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi ini sebagai wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kualitas hidup santri dan lingkungan pesantren. Event ini sebagai bagian dari Hari Santri Nasional 2026, semoga melalui event ini kita bisa menjadikan santri yang lebih sehat.
Sebagai wadah yang menghimpun pesantren di Kabupaten Pasuruan, kami terus mendorong kemitraan yang produktif antara pesantren, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mendukung pengembangan pesantren yang sehat, mandiri, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan lingkungan.”
Apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut juga disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, K.H. Muhammad Shobih Asrori, S.H., atau Gus Shobih, dalam sambutannya.
“Pesantren menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mengembangkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kualitas kehidupan santri. Kami berterima kasih dan mengapresiasi kolaborasi yang digerakkan oleh Danone Indonesia, karena tentu saja Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan pesantren tidak dapat bergerak sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan pembiayaan fasilitas air bersih yang menunjang operasional pesantren.
Kami berharap langkah ini dapat menciptakan santri-santri yang tangguh, santri yang hebat, yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berkelanjutan sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai agen perubahan menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: