Loyalis Sebut Anies Sejak Awal Sudah Ditawari Jadi Menteri: Gue Dorong untuk Nolak
Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
Peluang Anies Baswedan bergabung dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memunculkan perbedaan pandangan di kalangan pendukungnya.
Loyalis Anies, Geisz Khalifa, mengungkapkan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu sejak awal sudah dihubungi untuk mengisi posisi Menteri Luar Negeri (Menlu). Namun, Geisz mengaku justru mendorong Anies menolak tawaran tersebut.
Pernyataan Geisz muncul setelah Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mendorong Anies agar tidak ragu menerima kesempatan menjadi menteri jika ditawari Prabowo. Berbeda dengan Syahganda, Geisz mengingatkan Anies agar tidak mengedepankan pragmatisme politik.
Baca Juga: Dokter Tifa Sarankan Anies Terima Jika Ada Tawaran Menteri, Posisinya...
“Anies sejak awal sudah dihubungi untuk menjadi Menteri Luar Negeri. Gue justru mendorong dia untuk menolak,” tulis Geisz di akun Facebook, dikutip Selasa (13/10/2026).
Geisz kemudian menegaskan sikapnya melalui pesan singkat yang ditujukan kepada Anies. Ia mengingatkan agar mantan calon presiden tersebut tidak terjebak dalam pilihan politik yang hanya berorientasi pada jabatan.
“Jangan jadi kaum pragmatis,” ungkapnya.
Tak hanya menyampaikan klaim soal tawaran jabatan Menlu, Geisz juga menanggapi pihak-pihak yang mempertanyakan pernyataannya. Ia menegaskan bahwa keterangannya bukan sekadar dugaan tanpa dasar, melainkan merujuk pada informasi yang diketahuinya, termasuk pertemuan yang berkaitan dengan tawaran tersebut.
Baca Juga: Bukan soal Ijazah, PSI Sebut Kesalahan Gibran Cuma Satu, Prabowo Disinggung
“Gue cuma lagi menjawab pernyataan Syahganda dengan fakta yang gue ketahui. Bertemu dengan siapa bertemunya di mana. Bukan membuat pernyataan tanpa konteks. Itupun sudah lama. Jadi kalau kaum otak dikit mau komentar: siapa yang nawari dsbnya lu bicaranya sesama kaum otak dikit saja. (Sesama habitat luh),” sebut Geisz.
Diberitakan sebelumnya, Syahganda Nainggolan mendorong Anies agar bersedia bergabung dalam pemerintahan Prabowo jika mendapatkan tawaran. Menurutnya, Anies layak dipertimbangkan untuk mengisi posisi Menteri Pendidikan karena kapasitasnya dapat memberikan kontribusi bagi bangsa.
"Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok," ujar Syahganda dalam siniar Total Politik yang tayang Rabu (23/9/2026).
Saat menyampaikan pandangan tersebut, Syahganda belum dilantik oleh Prabowo sebagai Kepala Bakom RI. Kala itu, ia mengungkap bahwa kepentingan bangsa untuk mendapatkan figur yang memiliki kapasitas seharusnya lebih diutamakan daripada ego dan gengsi akibat persaingan pada Pilpres sebelumnya.
"Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga," tegasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: