Bertemu Tim Watts, Ibas Bahas Pertahanan hingga Visa Pelajar Indonesia-Australia
Kredit Foto: Istimewa
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mendorong optimalisasi kerja sama bilateral Indonesia-Australia melalui perjanjian ekonomi, pertahanan, dan penguatan hubungan antarmasyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ibas dalam pertemuan dengan Tim Watts, Ketua Badan Kerja Sama Australia-Indonesia sekaligus Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Australia-Indonesia. Pertemuan itu membahas peluang memperkuat kemitraan kedua negara, termasuk melalui Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) dan Defence Cooperation Agreement (DCA).
Menurut Ibas, berbagai instrumen kerja sama tersebut perlu diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi perekonomian, keamanan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Dalam bidang ekonomi, ia menilai IA-CEPA dapat dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan, meningkatkan investasi, dan membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama juga perlu diarahkan pada pengembangan industri bernilai tambah, ekonomi kreatif, teknologi, inovasi, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Di bidang pertahanan, Ibas menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan kepercayaan strategis melalui DCA. Kerja sama tersebut, menurutnya, perlu berlandaskan penghormatan terhadap kedaulatan, kepentingan nasional, dan hubungan bertetangga yang baik.
Ibas Soroti Kendala Visa Pelajar Indonesia
Selain ekonomi dan pertahanan, pertemuan tersebut membahas kendala mobilitas masyarakat, terutama persyaratan visa pelajar Indonesia yang hendak menempuh pendidikan di Australia.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII, Iman Adinugraha, menyoroti persyaratan pembuktian kemampuan finansial, biaya awal pendidikan, dan pembayaran asuransi yang dapat menjadi beban bagi calon mahasiswa.
Ia berharap komunikasi antarlembaga parlemen dapat membuka ruang pembahasan mengenai proses yang lebih memudahkan pelajar Indonesia mengakses pendidikan di Australia.
Menanggapi hal tersebut, Tim Watts mengakui bahwa persoalan visa pelajar kerap menjadi perhatian. Ia menjelaskan bahwa Australia menerapkan sistem visa yang berlaku secara umum bagi berbagai negara, sehingga ketentuannya tidak mudah disesuaikan untuk setiap kelompok pemohon.
Tim Watts juga menyebut adanya program yang mendorong universitas Australia mendukung mahasiswa dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Ia menambahkan, tingginya permohonan setelah pandemi COVID-19 turut memberikan tekanan terhadap sistem migrasi Australia.
Ibas mendorong agar persoalan persyaratan dan biaya visa terus dibahas melalui komunikasi konstruktif. Tujuannya, agar proses pengajuan lebih transparan, efisien, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan ketentuan imigrasi yang berlaku.
Perkuat Diplomasi Parlemen dan Hubungan Antarmasyarakat
Tim Watts turut mendorong komunikasi parlemen kedua negara yang lebih rutin dan berkelanjutan. Ia membuka peluang kunjungan timbal balik antarkomite, termasuk yang membidangi urusan luar negeri dan kerja sama antarparlemen.
Menurutnya, interaksi yang berlangsung secara konsisten dapat memperkuat pemahaman bersama dan membangun kepercayaan jangka panjang.
Ibas menyambut baik upaya tersebut. Ia menilai diplomasi parlemen perlu berjalan beriringan dengan kerja sama ekonomi, pertahanan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia agar hubungan bilateral memberikan manfaat lebih luas.
Pertemuan itu juga diwarnai pertukaran cinderamata berupa batik dan songket yang diserahkan Ibas kepada Tim Watts sebagai simbol persahabatan dan penghargaan terhadap budaya Indonesia.
Melalui penguatan IA-CEPA, DCA, diplomasi parlemen, dan mobilitas masyarakat, Ibas berharap hubungan Indonesia-Australia semakin produktif dan saling menguntungkan. Ia menekankan bahwa kemitraan kedua negara tidak hanya bergantung pada perjanjian resmi, tetapi juga pada interaksi antarmasyarakat yang memperkuat pemahaman dan kerja sama dalam jangka panjang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: