Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Langen Tayub Pacitan Masuk MURI, Ibas Dorong Pelestarian Budaya di Hari Sumpah Pemuda

Langen Tayub Pacitan Masuk MURI, Ibas Dorong Pelestarian Budaya di Hari Sumpah Pemuda Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sebanyak 5.288 penari dari 12 kecamatan dan 172 desa di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengikuti Gebyar Langen Tayub Pacitan 2026 di Stadion Wijaya Krida, Rabu (28/10/2026). Pagelaran yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pagelaran tari Langen Tayub dengan jumlah penari terbanyak.

Para peserta telah menjalani latihan selama kurang lebih dua bulan. Kegiatan tersebut diprakarsai Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VII.

Dalam sambutannya, Ibas menekankan pentingnya menjaga seni dan budaya tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, kemajuan daerah perlu berjalan beriringan dengan pelestarian warisan budaya.

“Seni bukan sekadar gerak, bukan sekadar irama. Seni adalah jiwa, budaya adalah akar, dan tradisi adalah jati diri. Pacitan boleh terus melangkah maju, zaman boleh terus berubah, tetapi akar budaya jangan sampai patah,” ujar Ibas.

Langen Tayub sendiri mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kerukunan, dan rasa syukur. Nilai-nilai tersebut ditampilkan melalui sejumlah rangkaian acara, mulai dari ritual slametan, Tari Gambyong, hingga pemberian sampur sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Pagelaran mencapai puncaknya melalui tayuban massal dalam dua sesi. Sejumlah gending yang dibawakan antara lain Dirgahayu, Mustika Pancasila, Pisang Bali, dan Ricik-ricik, yang masing-masing membawa pesan tentang kecintaan kepada Indonesia, persatuan, kebijaksanaan, dan kebersamaan.

Ibas mengajak masyarakat untuk terus mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda serta memberi ruang bagi para seniman agar tradisi tetap berkembang.

“Kenalkan kepada generasi muda, beri ruang bagi para seniman, wariskan dengan bangga, dan lestarikan dengan cinta. Sebab, budaya yang dijaga akan tetap hidup, budaya yang dicintai akan terus tumbuh,” katanya.

Baca Juga: Guru Besar UGM Singgung Cebong-Kampret di Aksi Sumpah Pemuda, Ingatkan Bahaya Perpecahan

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Ibas sebagai pemrakarsa acara dan kepada warga yang tetap antusias mengikuti pagelaran meskipun diguyur gerimis.

Pencatatan rekor MURI ini diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian seremonial. Ibas berharap kegiatan tersebut dapat mendorong regenerasi penari, memperluas ruang berkesenian, dan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pacitan, perwakilan MPR RI, tokoh organisasi masyarakat, serta para camat dan kepala desa dari wilayah peserta. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan, yakni Bank Mandiri, BRI, Pertamina, Semen Indonesia Group, Pupuk Indonesia, dan PLN.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat