Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan pemerintah melakukan penataan ulang anggaran negara dengan menggeser alokasi hampir Rp200 triliun untuk menyesuaikan kebutuhan belanja pada 2026. Di saat yang sama, total kebutuhan belanja pemerintah meningkat sekitar Rp300 triliun.
“Dengan beberapa anggaran yang awal kita geser. Rumusnya kan cuma dua itu. Nah inilah yang kami lakukan di Kementerian Keuangan. Tetapi di dalam skala belanja Rp3.843 Itu mungkin sekarang sudah hampir Rp200 triliun yang kita geser-geser,” ujarnya dalam paparan di Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang Industri 2026, Jumat (30/10/2026)>
Suahasil menjelaskan, pemerintah memiliki dua pilihan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yakni meningkatkan pendapatan negara atau mengalihkan anggaran dari pos belanja lain. Kedua langkah itu dilakukan untuk menjaga agar kebutuhan belanja tetap terpenuhi.
“Tapi kemudian keseluruhan belanjanya naik kira-kira Rp300 triliun Ini yang harus kami setel di dalam mengelola APBN ,” ujar Suahasil.
Baca Juga: Suahasil Perkirakan Defisit APBN Jebol Rp734 Triliun Sampai Akhir Tahun
Baca Juga: Subsidi Energi dan Bencana Jadi Tekanan dalam Pengelolaan APBN 2026
Menurutnya, peningkatan belanja juga perlu diimbangi dengan kenaikan penerimaan negara. Suahasil menyebut penerimaan pajak telah mencapai sekitar Rp1.600 triliun, tumbuh 24,1%.
Ia menegaskan, tambahan penerimaan tersebut perlu dikelola untuk membiayai kebutuhan publik, termasuk penanganan bencana alam, perlindungan sosial, layanan publik, dan pembangunan infrastruktur.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra