Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bisnis BFI Finance Masih Berat ke Otomotif, Porsinya Tembus 58,1%

Bisnis BFI Finance Masih Berat ke Otomotif, Porsinya Tembus 58,1% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencatatkan pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor masih mendominasi portofolio. Per September 2026, pembiayaan dengan agunan kendaraan roda empat dan roda dua tersebut menyumbang 58,1% dari keseluruhan portofolio perusahaan.

Dominasi itu memperlihatkan besarnya porsi pembiayaan beragunan otomotif dalam bisnis BFI Finance. Sementara itu, pembiayaan mobil melalui showroom rekanan memberikan kontribusi sebesar 18,5%.

Pada segmen pembiayaan alat berat dan mesin, BFI Finance membukukan porsi 14,4%, sisanya yakni sebesar 9% berasal dari pembiayaan dengan jaminan sertifikat properti dan kategori lainnya.

Secara keseluruhan, BFI Finance mengelola piutang pembiayaan sebesar Rp26,8 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kendaraan bermotor masih menjadi kategori utama dalam portofolio pembiayaan perusahaan, meskipun perusahaan juga memiliki penyaluran pada segmen alat berat, mesin, dan properti.

Baca Juga: BFI Finance Perkuat Pembiayaan Mesin untuk Industri Percetakan

Jika ditilik dari sisi kualitas aset, BFI Finance mencatat rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) bruto sebesar 1,33% dan NPF neto 0,21% pada kuartal III-2026.

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menyatakan perusahaan tetap mengutamakan pengelolaan risiko dan kualitas portofolio dalam menjalankan bisnis pembiayaan.

“Ke depan, kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan, menjaga kualitas portofolio, dan memperkuat efisiensi operasional. Kami meyakini bahwa disiplin manajemen risiko dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan merupakan pondasi penting untuk menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan,” tutup Sutadi dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman