Crazy Rich Indo Akui Malu Jika Tidak Bela Raffi Ahmad: Teman Macam Apa Saya?
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Di tengah derasnya kritik terhadap Raffi Ahmad buntut kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda pada 29 Oktober 2026, dukungan dari kalangan selebritas justru menjadi sorotan tersendiri.
Sejumlah nama seperti Jerome Polin, Luna Maya hingga Fadil Jaidi ikut terseret perbincangan dan dianggap sebagian warganet sebagai kacang yang lupa kulitnya karena dinilai tidak menunjukkan dukungan kepada suami Nagita Slavina tersebut.
Namun, pengusaha sekaligus Crazy Rich Indonesia, Rudy Salim, memilih mengambil sikap berbeda. Ia secara terbuka membela Raffi meski menyadari pernyataannya berpotensi membuat dirinya ikut menjadi sasaran hujatan warganet.
Baca Juga: The Power of Netizen, Raffi Ahmad Kini Kehilangan Satu Sumber Cuan
Melalui akun Threads @_rudysalim, Rudy mengunggah video khusus untuk menyampaikan pandangannya. Ia mengaku memiliki pengalaman pribadi tentang kebaikan Raffi, termasuk ketika presenter tersebut membantunya mempromosikan usaha saat hubungan mereka belum terlalu lama terjalin.
"@raffinagita1717 menurut POV saya... #IStandWithRaffi," tulis Rudy dalam keterangan unggahan videonya.
Dalam video tersebut, Rudy mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Raffi selama lebih dari satu dekade, jauh sebelum sahabatnya itu terjun ke dunia politik.
"Saya udah kenal lama dengan Raffi. Jauh sebelum Raffi masuk ke dunia politik, mulai dari sering ngonten bareng di YouTube Rans Entertainment, bahkan beberapa video kami menjadi yang paling viral," katanya.
Rudy mengaku memahami bahwa keputusannya berbicara di tengah kontroversi ini bisa mengundang respons negatif. Namun, ada satu hal yang selalu diingatnya selama bertahun-tahun bersahabat dengan Raffi, yakni kepedulian sang presenter terhadap orang-orang di sekitarnya.
"Dengan adanya video ini mungkin saya berisiko dihujat. Selama lebih dari 10 tahun mengenal Raffi ada hal yang selalu saya ingat dan saya yakin banyak orang ingat," ujarnya.
Menurut Rudy, Raffi merupakan sosok yang senang membantu orang lain agar bisa berkembang. Ia menilai karakter tersebut bukan sekadar kesan pribadi, melainkan sesuatu yang kemungkinan juga dirasakan oleh banyak orang yang pernah berinteraksi dengan Raffi.
"Raffi itu secara hati sangat baik, dia kalau bisa lihat orang naik dia akan bantu orang itu naik. Dan karakter seperti itu ya cocok lah. Kalau semua orang yang ketemu dia pasti akan menjawab hal yang sama," ungkapnya.
Rudy kemudian mempertanyakan keberadaan orang-orang yang selama ini pernah merasakan bantuan Raffi, tetapi dinilai tidak menunjukkan dukungan ketika sahabatnya tersebut sedang menghadapi tekanan publik.
"Ketika saya lihat situasi ini, saya menjadi bertanya 'mana teman-teman yang selama ini merasakan kebaikan dan bantuan Raffi, yang sakit dibantu pengobatannya, yang mau umrah, naik haji diberangkatkan, yang mau laris usahanya dibantu promosi, yang kekurangan finansial semuanya dibantu'," imbuhnya.
Baca Juga: Sempat Takut, Aktor Ini Akhirnya Putuskan Tegur Raffi Ahmad: Alasannya Gua Malu
Ia pun menegaskan tidak ingin hanya diam ketika sahabatnya sedang berada dalam situasi sulit. Terlebih, Rudy merasa telah menyaksikan sendiri berbagai kebaikan Raffi selama lebih dari 10 tahun mereka saling mengenal.
"Saya akan malu pada diri sendiri kalau di tengah keadaan ini saya tidak speak up. Teman macam apa saya?" tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy mengingatkan bahwa persahabatan semestinya tidak hanya terlihat ketika seseorang berada di puncak kesuksesan. Menurutnya, orang-orang terdekat juga perlu hadir ketika sahabatnya menghadapi tekanan, terlebih jika memiliki pengaruh di ruang publik untuk membantu meluruskan kesalahpahaman.
"Saat butuh bantuan banyak orang ngantri di sisinya, tetapi ketika sedang menghadapi tekanan setidaknya kita hadir khususnya kita yang punya influence ke publik agar bisa meluruskan kesalahpahaman yang terjadi," jelas Rudy.
Menutup pembelaannya, Rudy mengajak masyarakat mencontoh sikap saling membantu yang menurutnya selama ini ditunjukkan Raffi. Ia juga mengingatkan agar publik tidak memiliki mentalitas yang justru senang melihat orang lain terpuruk.
"Kita harus contoh Raffi, jangan punya crab mentality, senang lihat orang susah, susah lihat orang senang," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: