Kelola Dana Triliunan Dolar, Investor Global Siap Merapat ke Forum Danantara di Bali
Kredit Foto: Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap mengawal penyelenggaraan perdana New Asia Forum (NAF) 2026 yang akan digelar pada 3-4 Desember 2026 di Bali. Forum ini bakal diikuti oleh sejumlah institusi investasi papan atas global, dengan target mobilisasi investasi senilai US$30 miliar atau setara Rp543,3 triliun (kurs Rp18.110 per dolar AS) di kawasan Asia Pasifik.
Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan bahwa institusi investasi global pengelola dana triliunan dolar AS, baik di pasar publik maupun privat, akan hadir secara kolektif di NAF 2026.
"Kehadiran institusi investasi global terkemuka menunjukkan bahwa investor dunia semakin menaruh perhatian pada Asia. Namun, hal terpenting bukan sekadar menarik lebih banyak modal, melainkan membangun kemitraan yang tepat agar potensi besar Asia benar-benar bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang," ujar dia dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Pahala menyebut Asia Pasifik saat ini menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi global. Namun, untuk terus mendorong pertumbuhan tersebut, kawasan ini masih membutuhkan investasi jangka panjang dalam jumlah besar.
Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik dunia, Asia diklaim turut menawarkan peluang diversifikasi, kemitraan baru, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan.
"New Asia Forum mempertemukan investor global, pemerintah, dan pelaku industri untuk bertukar pandangan sekaligus membuka peluang kerja sama. Kami ingin pembicaraan yang dilaksanakan di forum ini bisa berlanjut menjadi kolaborasi dan investasi nyata," ungkap dia.
Adapun secara jadwal, para eksekutif dari Global Infrastructure Partners milik BlackRock, KKR, Brookfield, Oaktree, dan Franklin Templeton akan bergabung dengan lebih dari 100 pembicara dalam forum perdana NAF yang akan digelar pada 3–4 Desember 2026 di The Mulia, Bali, Indonesia.
Institusi-institusi tersebut memiliki pengalaman investasi di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, private equity, properti, hingga pengelolaan aset global. Danantara menilai kehadiran mereka bakal membuka peluang untuk menghubungkan kebutuhan investasi jangka panjang di Asia dengan sumber pendanaan global, terutama di sektor energi, konektivitas digital, dan industri berteknologi maju.
Baca Juga: Laba Danantara Investment Management (DIM) Tembus Rp705 Miliar per Akhir April 2026
Baca Juga: Rosan Target Laporan Keuangan Danantara Rampung November 2026
Para pembicara yang telah melakukan konfirmasi kehadiran dari komunitas investasi global antara lain Partner di Global Infrastructure Partners dan Head of Digital Infrastructure di BlackRock, Will Brilliant, Partner, Co-Head of Asia Pacific, sekaligus Head of Asia Pacific Infrastructure di KKR, David Luboff, Managing Partner dan Head of East Asia di Brookfield Real Estate Group, Andrew Burych, Managing Director dan Co-Head of Asia di Oaktree, Roger Zhang, dan Chief Investment Officer of Templeton Global Investments di Franklin Templeton, Manraj S. Sekhon.
Sementara para pemimpin bisnis dan teknologi global dari Freeport-McMoRan, Jardine Matheson, AirAsia, Databricks, Archer Aviation, dan Honeywell juga dijadwalkan akan hadir.
Selain dari kalangan investasi, NAF 2026 juga akan menghadirkan sejumlah pemimpin pemerintahan tingkat tinggi. Termasuk Yang Mulia Tshering Tobgay, Perdana Menteri Kerajaan Bhutan, serta Sebastian Kurz, mantan Kanselir Federal Austria.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan