Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Korporasi Berebut Bunga Tinggi, 36,06% Simpanan Bank di Atas TBP

Korporasi Berebut Bunga Tinggi, 36,06% Simpanan Bank di Atas TBP Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, mengungkapkan tren peningkatan simpanan perbankan yang memperoleh suku bunga di atas tingkat bunga penjaminan (TBP). Peningkatan tersebut terutama berasal dari kelompok nasabah korporasi swasta dan badan usaha milik negara (BUMN).

“Ini dikontribusikan oleh suku bunga ataupun pihak korporasi swasta dan BUMN yang mendapatkan suku bunga di atas TPP cenderung meningkat,” ujar Anggito, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (3/11/2026).

Anggito mengatakan, porsi simpanan yang memperoleh bunga di atas TBP mencapai 36,06% pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 34%.

"Total simpanan yang mendapatkan suku bunga di atas TBP cenderung meningkat. Pada bulan September adalah 36,06%, meningkat dari 34% di bulan Agustus yang lalu," kata Anggito.

Menurut Anggito, peningkatan tersebut dikontribusikan oleh kelompok korporasi swasta dan BUMN yang memperoleh suku bunga simpanan di atas tingkat bunga penjaminan.

LPS terus mencermati perkembangan tersebut, terutama dalam konteks persaingan antarbank untuk menghimpun dana masyarakat. Sebab, pemberian bunga simpanan di atas tingkat bunga penjaminan juga perlu diperhatikan dari sisi dampaknya terhadap kondisi masing-masing bank.

Di sisi lain, kinerja intermediasi perbankan masih menunjukkan perkembangan positif. Anggito menyebut dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 8,22% secara tahunan, sedangkan penyaluran kredit meningkat 13,26%.

LPS juga mencatat pertumbuhan simpanan di berbagai kelompok nominal masih positif. Pada periode Juni hingga September 2026, pertumbuhan simpanan di berbagai kelompok tersebut berada dalam rentang 2%-12% secara tahunan.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra