Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Ekonomi - Bank Dunia nilai dinamika politik Indonesia terkini tidak terlalu pengaruhi iklim investasi.
  • Cyber - Kementerian BUMN dan Telkom menyatakan siap untuk jadi pelaksana Badan Cyber Nasional.
  • Cabai - Harga cabai di pasar-pasar di Pangkalpinang bergerak turun.
  • Freeport - Kementerian BUMN ingin cepat beli saham dari Freeport Indonesia sebanyak 51 persen sesuai PP 1/2017. 
  • Pelindo III - Pelindo III tambah kekuatan alat produksi berupa 15 unit kapal tunda.

Mahasiswa Unpatti Didorong jadi Pengusaha Berkualitas

Foto Berita Mahasiswa Unpatti Didorong jadi Pengusaha Berkualitas
Warta Ekonomi.co.id, Ambon -

Sebagian besar Wilayah Provinsi Maluku adalah laut. Ini menjadikan Provinsi Maluku memiliki sumber daya laut yang sangat melimpah. Setiap tahunnya, berjuta-juta ton hasil ikan dipanen di perairan Maluku.

Namun, hal tersebut belum dilihat sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi oleh para pemuda Maluku. Lulusan perguruan tinggi di Provinsi Maluku masih banyak yang berkeinginan menjadi pegawai negeri.

Paradigma ini coba di ubah oleh motivator dan pengusaha yang hadir di dalam Workshop "Creativepreneurship", Menuju Mahasiswa Maluku Berdaya Saing Global yang digelar oleh Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Universitas Pattimura.

Kegiatan ini diisi salah satunya oleh pengusaha muda yang mengawali usaha di sektor perikanan, yakni Witjaksono. Melalui success story yang dimilikinya, ia mengajak ribuan pemuda Maluku yang hadir di Auditorium Universitas Pattimura untuk mengubah maindset, agar bisa melihat potensi besar yang dimiliki Maluku dengan cara menjadi pengusaha.

"Setidaknya, harus ada 5-10 persen lulusan Unpatti jadi pengusaha. Pengusaha memang tak harus terjun di laut, tapi potensi laut Maluku sangat besar untuk dimanfaatkan," kata Witjaksono di Auditorium Unpatti, Ambon, Rabu, (7/12/2016).

Ia berkisah kepada pemuda yang mayoritas adalah mahasiswa Unpatti, bahwa ia memulai bisnis dari nol. Bermodalkan uang 10 juta, ia menjalankan bisnis perikanan. Saat ini, perusahaan perikanan yang ia miliki sudah menjadi Tbk. dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan kapitalisasi market mencapai hampir Rp. 4 Triliun.

"Dari modal 10 juta, kini sudah senilai 4 Triliun. Jadi semuanya possible, jika punya spirit dan keinginan mau belajar," terang pria asal Pati ini.

Witjaksono dibesarkan oleh orangtua yang berlatar belakang PNS. Namun ia enggan mengikuti jejak orangtuanya, dan lebih memilih hidup untuk mandiri. Karena keterbatasan ekonomi keluarganya saat itu, ia terpacu untuk mencari pemasukan sendiri sejak masih kecil. Ia pernah berjualan kelereng, dan hal lainnya hingga di bangku kuliah.

Alumni Universitas Diponegoro Semarang ini pun pada saat kuliah, sudah mampu membeli kendaraan sendiri serta perlengkapan perkuliahan seperti komputer, berkat jerih payah usahanya.

Menurutnya, jiwa dagang itu harus ditanamkan sejak dini, agar ketika beranjak dewasa, jiwa tersebut sudah tertanam dan tidak lagi memiliki mainset hanya ingin menjadi pegawai negeri. "Kuncinya, gak usah malu, gigih, dan modal nekat," kata dia.

Ia pun sempat mengalami pertentangan dari keluarganya, tatkala keluarganya tidak yakin akan kemampuannya untuk berwirausaha. Namun kini, ia mampu menyediakan bisnis bagi saudara-saudaranya sendiri.

"Saya pernah dibantah, buat apa jadi pengusaha. Tapi ya saya buktikan saya akan mampu," tegasnya.

Menjadi seorang pengusaha, lanjut dia, juga tidak akan selalu mulus dan untung. Ada kalanya seorang pengusaha dalam merintis usaha akan jatuh bangun, bertemu dengan pesaing yang curang, hingga menjadi korban penipuan. Namun menurutnya, hal tersebut bisa diatas dengan cara strategi-startegi, baik jangka panjang maupun jangka pendek.

Ia melihat, Provinsi Maluku sangat seksi untuk dieksplorasi, terutama sumber daya lautnya. Jika dihitung, Maluku dapat menghasilkan 3-4 juta ton ikan pertahun. Jika rata-rata harga ikan 10 ribu/kilogram, maka Provinsi Maluku bisa memperoleh penghasilan kurang lebih 4-5 Triliun. Bandingkan dengan dana bantuan APBN ke Provinsi Maluku yang hanya 2,8 Triliun per tahun.

"Ini yang coba kita sampaikan, agar Maluku bisa menumbuhkan potensi ekonominya sendiri," kata dia.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa Unpatti, agar memiliki spirit sebagai orang terpilih, agar selalu berada di garis depan dan mempunyai daya saing yang kuat. Ia juga memberikan saran, jika rektor hingga professor di kampus berfikir entreprenuer, maka ilmu yang disampaikan akan terus inovatif, tidak hanya paparan teori semata.

"Mahasiswa Unpatti, jika belajar wirausaha secara praktis di bangku kuliah, keluar nanti, akan jadi pebisnis hebat," tutup Witjaksono.

Witjaksono dalam kesempatan ini juga memberikan langsung bantuan modal usaha kepada dua orang mahasiswa Unpatti yang terpilih sebesar masing-masing Rp. 1 juta.

2 mahasiswa terpilih ini sebelumnya diuji untuk menyampaikan rencana bisnis mereka bermodalkan dana Rp. 1 juta rupiah.

 

Tag: Hari Pers Nasional (HPN), pengusaha, Ambon, Entrepreneur

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Panpel HPN

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55