Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BUMN - Pembentukan Holding BUMN masih dalam kajian Pemerintah bersama DPR
  • WIKA - PT Wijaya Karya Persero Tbk  berhasil mencatat pertumbuhan laba hingga 161,88% sepanjang 2016 dibandingkan dengan 2015.
  • Nasional - Politisi PKB Musa Zainuddin ditahan KPK.
  • Nasional - Menteri Jonan akui Indonesia sangat siap jika Freeport lakukan gugatan.
  • Minahasa - Pemkab Minahasa Tenggara lakukan verifikasi mahasiswa yang akan menerima bantuan penyelesaian studi.
  • Kalsel - Pemkab Hulu Sungai Tengah kembangkan sistem informasi keuangan desa dengan sistem komputerisasi.

Asosiasi Smelter Usul Konsentrat Freeport Ditawarkan kepada Pengusaha Swasta

Foto Berita Asosiasi Smelter Usul Konsentrat Freeport Ditawarkan kepada Pengusaha Swasta
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Asosiasi Smelter Indonesia mengusulkan agar konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia bisa ditawarkan kepada pengusaha swasta agar bisa diolah lantaran perusahaan tambang itu belum juga membangun fasilitas pemurnian.

"Untuk tembaga, pemerintah 'take over' (ambil alih) saja, tawarkan ke pihak lain. Ditanyakan, Freeport mau bangun (smelter) tidak? Kalau tidak, pemerintah carikan investor lain," kata Ketua Asosiasi Smelter Indonesia R Sukhyar dalam diskusi tentang larangan ekspor mineral mentah di Jakarta, Kamis (15/12/2016).

Mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM itu menuturkan pemerintah bisa saja memfasilitasi agar ada investor yang masuk untuk memurnikan konsentrat tembaga Freeport jika perusahaan itu terus menunda penyelesaian smelter.

Hal itu juga berlaku untuk sejumlah perusahaan tambang besar lainnya seperti Newmont Nusa Tenggara dan Gorontalo Mining yang belum juga menyelesaikan kewajiban membangun smelter.

"Lebih bagus ditawarkan saja ke sektor swasta konsentrat ini. Dikontes dengan fiskal yang menarik, saya yakin ada yang mau," ujarnya.

Menurut dia, saat kebijakan larangan ekspor mineral mentah diberlakukan Januari 2014, di mana perusahaan tambang diwajibkan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian, sudah ada tiga perusahaan yang tertarik dengan potensi bisnis tersebut.

Ketiga investor lokal itu menyatakan minat untuk membangun smelter dengan pasokan konsentrat dari perusahaan tambang raksasa yang masih enggan membangun smelter.

"Masalahnya hanya soal kesinambungan pasokan dan teknis lainnya. Tidak perlu payung hukum karena itu 'business to business'," tambahnya.

Menurut Sukhyar, skema tersebut patut dicoba. Pasalnya, Indonesia memiliki keunggulan pasokan besar guna memenuhi kebutuhan tembaga di kawasan regional.

Ada pun China menjadi salah satu negara yang paling potensial untuk ditawari peluang bisnis tersebut lantaran permintaannya akan tembaga cukup tinggi di Asia.

"Di Asia Tenggara itu kebutuhan tembaga untuk 2016 mencapai 1 juta ton per tahun. Jika produksi satu smelter di Gresik 300 ribu ton konsentrat, tinggal tambah lagi yang seperti itu untuk mengisi pasar yang ada," jelasnya. (Ant)

Tag: PT Freeport Indonesia

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Freeport Dok

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5372.748 14.065 539
2 Agriculture 1830.241 -4.200 21
3 Mining 1430.644 9.710 43
4 Basic Industry and Chemicals 560.366 -4.171 66
5 Miscellanous Industry 1351.548 13.281 42
6 Consumer Goods 2360.450 5.219 39
7 Cons., Property & Real Estate 519.508 -0.508 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.448 5.395 56
9 Finance 830.154 -0.129 89
10 Trade & Service 865.002 9.456 122
No Code Prev Close Change %
1 GDYR 1,800 2,250 450 25.00
2 AGRO 780 975 195 25.00
3 BRMS 89 106 17 19.10
4 PLAS 53 61 8 15.09
5 MCOR 286 328 42 14.69
6 NELY 92 105 13 14.13
7 BCIP 160 182 22 13.75
8 GEMS 2,610 2,950 340 13.03
9 CMPP 100 113 13 13.00
10 DEWA 70 78 8 11.43
No Code Prev Close Change %
1 ARII 400 338 -62 -15.50
2 IKBI 388 350 -38 -9.79
3 SDRA 1,100 1,000 -100 -9.09
4 ELTY 57 52 -5 -8.77
5 RIGS 198 182 -16 -8.08
6 JPFA 1,875 1,730 -145 -7.73
7 BIMA 120 111 -9 -7.50
8 MGNA 109 102 -7 -6.42
9 TRAM 202 190 -12 -5.94
10 CENT 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 368 360 -8 -2.17
2 ELTY 57 52 -5 -8.77
3 LMAS 89 86 -3 -3.37
4 DEWA 70 78 8 11.43
5 BRMS 89 106 17 19.10
6 MCOR 286 328 42 14.69
7 TRAM 202 190 -12 -5.94
8 AGRO 780 975 195 25.00
9 GJTL 1,045 1,155 110 10.53
10 BIPI 126 123 -3 -2.38