Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • WIKA - PT Wijaya Karya Persero Tbk  berhasil mencatat pertumbuhan laba hingga 161,88% sepanjang 2016 dibandingkan dengan 2015.
  • Nasional - Politisi PKB Musa Zainuddin ditahan KPK.
  • Nasional - Menteri Jonan akui Indonesia sangat siap jika Freeport lakukan gugatan.
  • Minahasa - Pemkab Minahasa Tenggara lakukan verifikasi mahasiswa yang akan menerima bantuan penyelesaian studi.
  • Kalsel - Pemkab Hulu Sungai Tengah kembangkan sistem informasi keuangan desa dengan sistem komputerisasi.
  • AS - Kemacetan lalu lintas sebabkan pengemudi di AS merugi rata-rata US$1.200/tahun.
  • Bangka Tengah - Pemkab Bangka Tengah dorong warga membudidayakan udang galah.
  • AS - Pemerintah AS peringatkan warga Guatemala tidak lintasi AS secara ilegal.

APL: Investasi Properti di Batam Masih Menggiurkan

Foto Berita APL: Investasi Properti di Batam Masih Menggiurkan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

AVP Strategic Marketing Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya mengatakan investasi properti di Batam dipastikan masih menguntungkan mengingat harga properti di Indonesia, termasuk di Batam lebih rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura dan Johor Malaysia.

"Sebagai contoh harga apartemen di Singapura dan Johor mencapai 8-10 kali lipat harga apartemen di Indonesia. Hal ini juga yang membuat investasi properti di Batam sangat merupakan bagian segitiga emas Batam-Singapura-Johor," kata Agung di Jakarta, Minggu (18/12/2016).

Setahun sejak peresmian integrasi kawasan ekonomi regional Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 lalu, pertumbuhan bisnis di segitiga emas Batam-Singapura=Johor berlangsung cepat. Imbasnya, harga properti di kawasan ini pun merangkak naik. Namun, meski sama-sama naik, harga properti di Batam masih jauh lebih murah jika dibanding di Singapura atau Johor. Selisihnya bisa 8-10 kali lipat, terutama untuk hunian apartemen, ungkap dia.

Di Batam masih tersedia banyak properti hunian dibawah harga Rp 1 miliar. Namun, jangan berharap untuk mendapatkan harga hunian segitu di Singapura atau Johor, bahkan untuk sebuah flat apartemen tipe studio ukuran paling kecil sekalipun.

Padahal, jarak antara Batam dengan Singapura hanya terpisah laut sepanjang 25 kilometer yang bisa ditempuh dengan kapal feri selama 30 menit. Feri antara Batam dengan Johor Bahru hanya 1,5 jam pelayaran. Dan Johor Bahru ke Singapura bisa naik bus selama 20 menit saja. Sehingga, pilihan untuk tinggal menetap atau memiliki investasi properti di Batam sangat menguntungkan, jelas Agung.

Untuk melayani kebutuhan itu, sejak 2014, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia Agung Podomoro Land (APL) telah mengembangkan superblok Orchad Park Batam seluas 42 hektar, yang menyediakan kawasan properti terpadu (superblok) berkonsep one stop living, working, shopping, and traveling.

"Batam sebagai etalase Indonesia di ASEAN, mendorong APL untuk ikut membangun Indonesia melalui superblok pertama di Batam yaitu Orchard Park. Setelah sukses dengan rumah tapak, saat ini kami sedang menggarap sekitar 1000 unit apartemen," ujar Agung.

Agung menambahkan, belum pernah ada komplek properti di Batam yang menawarkan konsep superblok yang super lengkap seperti ini. Memang, kebutuhan properti hunian di Batam sangat tinggi. APL sedang mengembangkan Apartemen Orchad View (Orchad View Apartment) diatas lahan seluas 1,2 hektar di dalam superblok Orchad Park Batam.

Tak seperti apartemen-apartemen lain di kawasan Batam, Apartemen Orchad View akan menawarkan pemandangan ke laut sekaligus ke taman terbuka hijau. Terdiri dari 2 tower setinggi 26 lantai yang terdiri dari 1.500 unit apartemen tipe studio dan tipe 2 bedroom. Ditawarkan mulai dari harga Rp 400 jutaan per unitnya.

"Sampai akhir tahun ini, peminat apartemen sangat signifikan. Meski rencananya baru akan dilaunching pada Maret 2017 mendatang. Namun, 80 persen dari unit yang akan ditawarkan telah ludes dipesan" tambah Senior Marketing Manager Orchard Park Batam Tedi Guswana.

Menurutnya dengan mengusung konsep One Stop Green Living, apartemen ini memiliki nilai jual tinggi di Batam.

Orchard View Apartemen akan berada di dalam superblok. Berhadapan dengan pemandangan Marina Bay, Singapura. Nantinya, hanya 5 menit ke pelabuhan Batam yang melayani feri penyeberangan ke Singapura dan Johor Baru, dan sekitar 15 menit ke Bandara Internasional Hang Nadim.

Di dalam superblok Orchad Park sendiri selain 2 tower apartemen, juga tersedia 1.200 unit hunian premium yang terbagi dalam 6 cluster, 140 unit shophouse di sepanjang kawasan Orchad Walk, kawasan perkantoran SOHO premium office, Orchad Club House seluas 3.605 meter persegi, shopping mall, dan kawasan destinasi untuk hangout, lifestyle, dan entertainment bernama Park Avenue.

Untuk rumah tapak (landed house), terdiri dari 5 cluster hunian premium yakni Cluster Vitis, Cluster Carica, Cluster Citrus, Cluster Persea, dan Cluster Durio. Setiap cluster dirancang sesuai kebutuhan,sehingga peminat bisa menyesuaikan. Cluster Persea misalnya merupakan cluster dengan 1 tipe hunian bernama Falco berukuran 10 x 20 meter persegi, dua lantai, tersedia terbatas hanya 100 unit.

Sedangkan Cluster Durio menawarkan tiga tipe hunian yakni Carreta seluas 85 meter persegi, Criton seluas 119 meter persegi, dan Clarias seluas 144 meter persegi. Menurut informasi dari marketing Orchad Park Batam, tiap unit rumah memiliki harga sekitar Rp 1,5 miliar. (Ant)

Tag: Batam, PT Agung Podomoro Land Tbk

Penulis: ***

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5372.748 14.065 539
2 Agriculture 1830.241 -4.200 21
3 Mining 1430.644 9.710 43
4 Basic Industry and Chemicals 560.366 -4.171 66
5 Miscellanous Industry 1351.548 13.281 42
6 Consumer Goods 2360.450 5.219 39
7 Cons., Property & Real Estate 519.508 -0.508 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.448 5.395 56
9 Finance 830.154 -0.129 89
10 Trade & Service 865.002 9.456 122
No Code Prev Close Change %
1 GDYR 1,800 2,250 450 25.00
2 AGRO 780 975 195 25.00
3 BRMS 89 106 17 19.10
4 PLAS 53 61 8 15.09
5 MCOR 286 328 42 14.69
6 NELY 92 105 13 14.13
7 BCIP 160 182 22 13.75
8 GEMS 2,610 2,950 340 13.03
9 CMPP 100 113 13 13.00
10 DEWA 70 78 8 11.43
No Code Prev Close Change %
1 ARII 400 338 -62 -15.50
2 IKBI 388 350 -38 -9.79
3 SDRA 1,100 1,000 -100 -9.09
4 ELTY 57 52 -5 -8.77
5 RIGS 198 182 -16 -8.08
6 JPFA 1,875 1,730 -145 -7.73
7 BIMA 120 111 -9 -7.50
8 MGNA 109 102 -7 -6.42
9 TRAM 202 190 -12 -5.94
10 CENT 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 368 360 -8 -2.17
2 ELTY 57 52 -5 -8.77
3 LMAS 89 86 -3 -3.37
4 DEWA 70 78 8 11.43
5 BRMS 89 106 17 19.10
6 MCOR 286 328 42 14.69
7 TRAM 202 190 -12 -5.94
8 AGRO 780 975 195 25.00
9 GJTL 1,045 1,155 110 10.53
10 BIPI 126 123 -3 -2.38