Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Nokia 6 - Preorder Nokia 6 mencapai satu juta unit dalam waktu seminggu.
  • Tata Motors - Tata Motors tertarik bergabung dengan Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Mobil Pedesaan
  • Madrid - Tekan polusi udara, kota Madrid larang penggunaan mobil pribadi di tahun 2019
  • REI - REI DIY targetkan pembangunan rumah 1.500 unit di tahun 2017.
  • Lampung - Neraca perdagangan luar negeri Lampung catatkan surplus US$220,32 juta.
  • Thailand - Penjualan menurun di Thailand, Toyota tidak akan menambah jatah ekspor kesana
  • BPJS - BPJS Ketenagakerjaan lampaui target dana kepersertaan pada 2016 sebesar Rp260,54 triliun.
  • Piala Afrika (18/1) - Ghana 1 - 0 Uganda
  • Piala Afrika (18/1) - Mesir 0 - 0 Mali

Militer Indonesia Tersinggung, Ini Pernyataan Menhan Australia

Foto Berita Militer Indonesia Tersinggung, Ini Pernyataan Menhan Australia
Warta Ekonomi.co.id, Sydney -

Australia pada Kamis (5/1/2017) menyatakan penyesalan terhadap Indonesia dan berjanji akan menggelar penyelidikan terkait temuan bahan ajar yang "menyinggung" sehingga membuat Jakarta membatalkan hubungan pertahanan kedua negara. Pada Rabu Indonesia membenarkan telah menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia sejak Desember. Keputusan itu awalnya diambil secara mandiri oleh militer.

Meski demikian, Presiden Indonesia Joko Widodo pada Kamis  mengaku telah memberi izin bagi keputusan penghentian kerja sama itu. Dia juga meminta kepada menteri pertahanan dan panglima militer untuk melakukan penyelidikan. Kerja sama militer antara kedua negara mencakup berbagai macam aktivitas, dari penanggulangan terorisme sampai perlindungan wilayah perbatasan.

Selama beberapa tahun terakhir hubungan militer antara Jakarta dan Canberra memang selalu naik turun. Australia sempat menghentikan pelatihan bersama dengan pasukan khusus Kopassus akibat dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Leste pada 1999, saat wilayah itu tengah memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia. Hubungan kembali normal setelah tahun 2002 usai serangan bom di dua klub malam di Bali yang menewaskan 202 orang, 88 di antaranya warga Australia.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne pada Kamis mengaku telah melakukan penyelidikan atas bahan ajar yang ditemukan di Barak Campbell, Perth. "Kami menyatakan penyesalan atas peristiwa ini. Saya berpendapat, adalah hal yang wajar bagi negara sahabat untuk menyatakan protes mereka," kata Payne kepada sejumlah wartawan di Sydney.

Australia akan memaparkan hasil investigasi itu kepada pihak pemerintah dan militer Indonesia, kata Payne. Payne menolak mengungkap apa yang membuat Indonesia merasa terhina. Sejumlah media melaporkan bahwa seorang pejabat militer Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan di Australia tersinggung atas sebuah poster yang mempertanyakan kedaulatan Indonesia atas wilayah barat Papua.

Ada juga laporan dari pejabat sama yang menemukan sejumlah dokumen penghinaan terhadap ideologi dasar Tentara Nasional Indonesia. Papua memang merupakan isu yang sensitif bagi pemerintah dan militer. "Tentu saja kami mengakui kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Ini adalah sikap tegas kami," kata Payne.

Dia mengatakan bahwa semua materi bahan ajar yang sensitif telah dihapus dan telah disesuaikan secara budaya. Pada 2013 lalu, Indonesia juga sempat memutus hubungan militer dengan Australia setelah terungkap bahwa pihak intelejen Canberra memata-matai telepon genggam milik presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Australia saat ini membutuhkan bantuan Indonesia untuk turut mendukung kebijakan imigrasi yang kontroversial, termasuk di antaranya mengusir kapal-kapal yang ditumpangi oleh para pencari suaka. (Ant)

Tag: Australia, Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55