Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Raja Arab - Menko Darmin Nasution sambut baik rencana kunjungan Raja Salman ke Indonesia.
  • Cabai - Cabai impor juga beredar di Sumenep.
  • LRT - Ahok optimistis LRT selesai sebelum Asian Games 2018.
  • Nasional - Presiden Jokowi menerima gelar adat kehormatan Maluku, Jumat (24/2).
  • Lebak - Bupati Lebak Iti Octavia mewajibkan tanam cabai lima batang per PNS.
  • Kedelai - Harga kedelai di Pekalongan naik jadi Rp7.500/kilogram.
  • Kopi - Pemkab Seruyan kembangkan budidaya kopi jenis arabica khusus di wilayah Seruyan Hulu.
  • PLN - Pemerintah memangkas jumlah penerima subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, dari 23 juta menjadi hanya 4,1 juta pelanggan.
  • Kentang - Harga kentang di Pangkalpinang berangsur turun.
  • Freeport - Pemkab Mimika prediksi jumlah karyawan Freeport yang di-PHK akan terus bertambah.

Militer Indonesia Tersinggung, Ini Pernyataan Menhan Australia

Foto Berita Militer Indonesia Tersinggung, Ini Pernyataan Menhan Australia
Warta Ekonomi.co.id, Sydney -

Australia pada Kamis (5/1/2017) menyatakan penyesalan terhadap Indonesia dan berjanji akan menggelar penyelidikan terkait temuan bahan ajar yang "menyinggung" sehingga membuat Jakarta membatalkan hubungan pertahanan kedua negara. Pada Rabu Indonesia membenarkan telah menghentikan sementara kerja sama militer dengan Australia sejak Desember. Keputusan itu awalnya diambil secara mandiri oleh militer.

Meski demikian, Presiden Indonesia Joko Widodo pada Kamis  mengaku telah memberi izin bagi keputusan penghentian kerja sama itu. Dia juga meminta kepada menteri pertahanan dan panglima militer untuk melakukan penyelidikan. Kerja sama militer antara kedua negara mencakup berbagai macam aktivitas, dari penanggulangan terorisme sampai perlindungan wilayah perbatasan.

Selama beberapa tahun terakhir hubungan militer antara Jakarta dan Canberra memang selalu naik turun. Australia sempat menghentikan pelatihan bersama dengan pasukan khusus Kopassus akibat dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Leste pada 1999, saat wilayah itu tengah memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia. Hubungan kembali normal setelah tahun 2002 usai serangan bom di dua klub malam di Bali yang menewaskan 202 orang, 88 di antaranya warga Australia.

Menteri Pertahanan Australia Marise Payne pada Kamis mengaku telah melakukan penyelidikan atas bahan ajar yang ditemukan di Barak Campbell, Perth. "Kami menyatakan penyesalan atas peristiwa ini. Saya berpendapat, adalah hal yang wajar bagi negara sahabat untuk menyatakan protes mereka," kata Payne kepada sejumlah wartawan di Sydney.

Australia akan memaparkan hasil investigasi itu kepada pihak pemerintah dan militer Indonesia, kata Payne. Payne menolak mengungkap apa yang membuat Indonesia merasa terhina. Sejumlah media melaporkan bahwa seorang pejabat militer Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan di Australia tersinggung atas sebuah poster yang mempertanyakan kedaulatan Indonesia atas wilayah barat Papua.

Ada juga laporan dari pejabat sama yang menemukan sejumlah dokumen penghinaan terhadap ideologi dasar Tentara Nasional Indonesia. Papua memang merupakan isu yang sensitif bagi pemerintah dan militer. "Tentu saja kami mengakui kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Ini adalah sikap tegas kami," kata Payne.

Dia mengatakan bahwa semua materi bahan ajar yang sensitif telah dihapus dan telah disesuaikan secara budaya. Pada 2013 lalu, Indonesia juga sempat memutus hubungan militer dengan Australia setelah terungkap bahwa pihak intelejen Canberra memata-matai telepon genggam milik presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Australia saat ini membutuhkan bantuan Indonesia untuk turut mendukung kebijakan imigrasi yang kontroversial, termasuk di antaranya mengusir kapal-kapal yang ditumpangi oleh para pencari suaka. (Ant)

Tag: Australia, Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51