Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • FA Cup (21/2) - Sutton United 0 - 2 Arsenal
  • La Liga Spanyol (21/2) - Las Palmas 2 - 1 Malaga
  • Nasional - Pekerja industri 2017 ditargetkan 16,3 juta orang.
  • Otomotif - Vietnam impor 1.800 lebih mobil dari Indonesia.
  • Jakarta - Itensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sebagian Jakarta banjir.
  • Top 1 - Top 1 jalin kerjasama dengan tim Formula 1 Mclaren
  • Banjir - 54 Titik di Jakarta Terendam Banjir
  • Bulog -  Bulog Sulawesi Tengah canangkan penanaman cabai minimal 100 pohon di setiap gudang.
  • Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro siap bangun sudetan 780 meter di Desa Kedungsumber.
  • Anggaran - Pemkab Penajam Paser Utara berlakukan efektivitas anggaran belanja bagi pemerintah desa.
  • Bursa - IHSG pagi ini (21/2) dibuka naik 7 poin ke level 5.366
  • Australia - Pesawat ringan menabrak pusat perbelanjaan di Melbourne, 5 orang dikabarkan tewas

Bos FBI Buka-bukaan Rusia Retas Pilpres, tapi Trump Bungkam

Foto Berita Bos FBI Buka-bukaan Rusia Retas Pilpres, tapi Trump Bungkam
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Rusia meretas kampanye Partai Republik di tingkat negara bagian dan domain-domain email lama Komite Nasional Republik (RNC) tetapi tidak ada bukti Rusia berhasil meretas kampanye Presiden terpilih Donald Trump, kata Direktur FBI Director James Comey seperti dikutip Reuters.

Comey juga berkata kepada para anggota Kongres bahwa Rusia tidak merilis informasi yang mereka bobol dari kampanye tingkat negara bagian atau dari domain-domain lama email RNC. Pernyataan ini secara tidak langsung menguatkan dugaan bahwa Rusia memang berusaha membantu Trump dalam melawan calon Partai Demokrat Hillary Clinton pada kampanye Pilpres 2016 silam.

Jumat pekan lalu dinas-dinas intelijen AS merilis penaksiran mereka bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengeluarkan perintah rahasia untuk membantu memenangkan Trump dengan cara mendeskreditkan Hillary Clinton.

Laporan itu memperlihatkan bahwa Rusia berusaha memanipulasi proses elektoral di AS dengan cara membocorkan email-email Demokrat yang Rusia retas sebelumnya.

Rusia sendiri membantah tudingan itu namun Presiden Barack Obama kemudian mengusir 35 diduga mata-mata Rusia dari AS dan menerapkan sanksi kepada dua badan intelijen Rusia bulan lalu sebagai balasan atas tudingan itu.

'Kami belum mengembangkan bukti apa pun bahwa kampanye Trump atau RNC yang sekarang, berhasil diretas," kata Comey kepada para anggota Kongres.

Dia juga tidak mengatakan apakah Rusia berusaha meretas kampanye Trump.  Sebaliknya Trump menolak tudingan serangan siber oleh Rusia meskipun kemudian calon kepala staf Gedung Putih mengakui bahwa Trump menerima kesimpulan dari komunitas intelijen AS bahwa Rusia meretas AS dan bahkan akan mengambil tindakan.

Comey menolak menyebutkan apakah FBI akan menyelidiki kaitan Rusia dengan orang-orang dekat Trump yang selama kampanye Pilpres lalu berulang kali menyerukan perbaikan hubungan AS-Rusia.

Comey telah ditekan Senator Ron Wyden dari Oregon dan berasal dari Demokrat, untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kaitan Rusia dengan orang-orang dekat Trump itu sebelum 20 Januari atau hari ketika Trump dilantik menjadi presiden. Comey menjawab tak mau melakukannya.

Ini adalah dengar pendapat pertama Comey dengan Kongres sejak Trump mengalahkan Hillary. Dia dikritik Demokrat beberapa waktu lalu karena mengaku tengah melakukan penyelidikan terpisah terhadap penggunaan server email pribadi oleh Hillary sewaktu menjadi menteri luar negeri.

Isu intervensi Rusia dalam proses politik di AS itu telah mendorong para wakil rakyat dari Demokrat untuk menyerukan pembentukan komisi independen guna menyelidiki perkara itu, sebaliknya para wakil rakyat dari Republik khawatir masalah itu akan mendelegitimasi kemenangan Trump.

Laporan intelijen Jumat pekan lalu menyebutkan bahwa dinas intelijen militer Rusia telah memanfaatkan pihak-pihak ketiga seperti WikiLeaks, DCLeaks.com dan Guccifer 2.0 "persona" untuk merilis email-email yang diretas Rusia dari Komite Nasional Demokrat dan para pejabat Demokrat, sebagai bagian dari upaya membantu Trump dan merusak citra Hillary, demikian Reuters. (Ant)

Tag: Donald John Trump, Federal Bureau of Investigation (FBI), Rusia

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Slate.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5359.288 8.356 539
2 Agriculture 1868.443 3.178 21
3 Mining 1431.212 19.623 43
4 Basic Industry and Chemicals 572.794 -2.999 66
5 Miscellanous Industry 1334.999 9.216 42
6 Consumer Goods 2339.398 -9.984 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.713 -2.256 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.734 1.669 56
9 Finance 827.849 4.658 89
10 Trade & Service 856.674 2.856 122
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 416 520 104 25.00
2 MTSM 394 492 98 24.87
3 ERTX 140 170 30 21.43
4 PGLI 64 77 13 20.31
5 TIRA 230 276 46 20.00
6 MYTX 76 90 14 18.42
7 MCOR 250 294 44 17.60
8 AIMS 150 170 20 13.33
9 RDTX 10,800 12,000 1,200 11.11
10 FPNI 126 140 14 11.11
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 130 85 -45 -34.62
2 ALKA 180 134 -46 -25.56
3 BKDP 86 67 -19 -22.09
4 SCBD 1,800 1,500 -300 -16.67
5 BAYU 800 670 -130 -16.25
6 PRAS 210 183 -27 -12.86
7 PTSN 86 76 -10 -11.63
8 SDPC 129 115 -14 -10.85
9 NIKL 2,920 2,620 -300 -10.27
10 MICE 432 390 -42 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 550 560 10 1.82
2 SDPC 129 115 -14 -10.85
3 MCOR 250 294 44 17.60
4 PRAS 210 183 -27 -12.86
5 BUMI 362 380 18 4.97
6 MYRX 130 125 -5 -3.85
7 BNLI 700 695 -5 -0.71
8 ENRG 50 50 0 0.00
9 ELTY 71 73 2 2.82
10 PBRX 458 456 -2 -0.44