Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Split - Pekan ini Film Split berhasil merajai Box Office dengan penghasilan US$ 40 Juta
  • Melbourne - Rafael Nadal melaju ke semifinal Australia Open usai menang atas Monfils 6-3, 6-3, 4-6, 6-4,
  • Rod Laver Arena - Milos Raonic meraih tiket semifinal Australia Open usai mengalahkan Roberto Bautista Agut empat set 7-6 (6), 3-6, 6-4, 6-1.
  • Riau - Satu unit rulo alami kebakaran di Riau.

Bos FBI Buka-bukaan Rusia Retas Pilpres, tapi Trump Bungkam

Foto Berita Bos FBI Buka-bukaan Rusia Retas Pilpres, tapi Trump Bungkam
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Rusia meretas kampanye Partai Republik di tingkat negara bagian dan domain-domain email lama Komite Nasional Republik (RNC) tetapi tidak ada bukti Rusia berhasil meretas kampanye Presiden terpilih Donald Trump, kata Direktur FBI Director James Comey seperti dikutip Reuters.

Comey juga berkata kepada para anggota Kongres bahwa Rusia tidak merilis informasi yang mereka bobol dari kampanye tingkat negara bagian atau dari domain-domain lama email RNC. Pernyataan ini secara tidak langsung menguatkan dugaan bahwa Rusia memang berusaha membantu Trump dalam melawan calon Partai Demokrat Hillary Clinton pada kampanye Pilpres 2016 silam.

Jumat pekan lalu dinas-dinas intelijen AS merilis penaksiran mereka bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengeluarkan perintah rahasia untuk membantu memenangkan Trump dengan cara mendeskreditkan Hillary Clinton.

Laporan itu memperlihatkan bahwa Rusia berusaha memanipulasi proses elektoral di AS dengan cara membocorkan email-email Demokrat yang Rusia retas sebelumnya.

Rusia sendiri membantah tudingan itu namun Presiden Barack Obama kemudian mengusir 35 diduga mata-mata Rusia dari AS dan menerapkan sanksi kepada dua badan intelijen Rusia bulan lalu sebagai balasan atas tudingan itu.

'Kami belum mengembangkan bukti apa pun bahwa kampanye Trump atau RNC yang sekarang, berhasil diretas," kata Comey kepada para anggota Kongres.

Dia juga tidak mengatakan apakah Rusia berusaha meretas kampanye Trump.  Sebaliknya Trump menolak tudingan serangan siber oleh Rusia meskipun kemudian calon kepala staf Gedung Putih mengakui bahwa Trump menerima kesimpulan dari komunitas intelijen AS bahwa Rusia meretas AS dan bahkan akan mengambil tindakan.

Comey menolak menyebutkan apakah FBI akan menyelidiki kaitan Rusia dengan orang-orang dekat Trump yang selama kampanye Pilpres lalu berulang kali menyerukan perbaikan hubungan AS-Rusia.

Comey telah ditekan Senator Ron Wyden dari Oregon dan berasal dari Demokrat, untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kaitan Rusia dengan orang-orang dekat Trump itu sebelum 20 Januari atau hari ketika Trump dilantik menjadi presiden. Comey menjawab tak mau melakukannya.

Ini adalah dengar pendapat pertama Comey dengan Kongres sejak Trump mengalahkan Hillary. Dia dikritik Demokrat beberapa waktu lalu karena mengaku tengah melakukan penyelidikan terpisah terhadap penggunaan server email pribadi oleh Hillary sewaktu menjadi menteri luar negeri.

Isu intervensi Rusia dalam proses politik di AS itu telah mendorong para wakil rakyat dari Demokrat untuk menyerukan pembentukan komisi independen guna menyelidiki perkara itu, sebaliknya para wakil rakyat dari Republik khawatir masalah itu akan mendelegitimasi kemenangan Trump.

Laporan intelijen Jumat pekan lalu menyebutkan bahwa dinas intelijen militer Rusia telah memanfaatkan pihak-pihak ketiga seperti WikiLeaks, DCLeaks.com dan Guccifer 2.0 "persona" untuk merilis email-email yang diretas Rusia dari Komite Nasional Demokrat dan para pejabat Demokrat, sebagai bagian dari upaya membantu Trump dan merusak citra Hillary, demikian Reuters. (Ant)

Tag: Donald John Trump, Federal Bureau of Investigation (FBI), Rusia

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Slate.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5250.968 -3.343 539
2 Agriculture 1896.077 1.496 21
3 Mining 1384.941 3.035 43
4 Basic Industry and Chemicals 532.183 -2.193 66
5 Miscellanous Industry 1332.032 2.763 42
6 Consumer Goods 2343.505 10.738 39
7 Cons., Property & Real Estate 516.292 -5.304 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1028.087 -1.536 56
9 Finance 799.166 -1.216 89
10 Trade & Service 855.133 -2.594 122
No Code Prev Close Change %
1 WICO 62 83 21 33.87
2 HOTL 145 180 35 24.14
3 HDFA 210 260 50 23.81
4 WAPO 57 70 13 22.81
5 UNIC 2,230 2,690 460 20.63
6 DNAR 256 296 40 15.62
7 LMAS 66 76 10 15.15
8 DGIK 76 87 11 14.47
9 TBMS 680 745 65 9.56
10 KDSI 330 358 28 8.48
No Code Prev Close Change %
1 INAF 3,400 2,550 -850 -25.00
2 IKBI 344 262 -82 -23.84
3 MLIA 555 424 -131 -23.60
4 DPNS 396 314 -82 -20.71
5 BINA 456 384 -72 -15.79
6 PLAS 206 180 -26 -12.62
7 BCIP 176 157 -19 -10.80
8 NAGA 218 196 -22 -10.09
9 MGNA 110 100 -10 -9.09
10 PTSN 76 70 -6 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 50 54 4 8.00
2 BRMS 89 90 1 1.12
3 BUMI 416 446 30 7.21
4 DYAN 66 69 3 4.55
5 DEWA 72 71 -1 -1.39
6 DGIK 76 87 11 14.47
7 TLKM 3,830 3,840 10 0.26
8 BWPT 304 326 22 7.24
9 PBRX 442 444 2 0.45
10 LMAS 66 76 10 15.15