Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

INDEF: Sektor Infrastruktur Lebih Tepat Dibiayai Perbankan Syariah

Foto Berita INDEF: Sektor Infrastruktur Lebih Tepat Dibiayai Perbankan Syariah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kebutuhan pendanaan untuk percepatan pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun kedepan ditaksir mencapai Rp4,900 triliun. Hal tersebut menjadi gula-gula tersendiri bagi sektor perbankan untuk masuk dan membiayai ragam proyek infrastruktur tanah air.

Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan pembiayaan yang bersifat jangka panjang seperti pembiayaan proyek infrastruktur dan juga sektor riil seperti pertanian, perkebunan dan juga properti sangat tepat dibiayai dengan skema syariah. Pasalnya melalui skema ini bunga dan resiko atas proyek yang ditanggung, baik itu oleh debitur maupun kreditur bersifat tetap. “Kalau di Konvensional kan bunganya fluktuatif, jadi tidak tepat untuk pembiayaan jangka panjang,” katanya kepada wartaekonomi, Rabu (11/1/2017).

Lebih lanjut dirinya mengatakan dengan pembiayaan syariah segala hal yang sifatnya bunga dan juga resiko sudah disepakat diawal, jadi mengurangi resiko kerugian di salah satu pihak. Untuk itu, perbankan syariah harus lebih agresif dan kreatif lagi dalam mengelola portofolio kreditnya untuk lebih tepat sasaran.

Meski begitu, Enny menambahkan untuk menggenjot pembiayaan di sektor infrastruktur dibutuhkan dana pihak ketia (DPK) yang berkualitas dan juga kuat. Nah selama ini dana pihak ketiga yang ada hanya bersifat jangka pendek, artinya perbankan syariah bakal mengalami kesulitan likuiditas secara jangka panjang jika hanya mengandalkan dana murah saja.

“Sukuk merupakan instrumen pendanaan yang baik, tetapi pengelolaan DPK dengan baik juga harus tetap dilakukan, agar volumenya terus bertambah dan juga kuat,” tutupnya.

Tag: Infrastruktur, Keuangan Syariah

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00