Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • DILD -  PT Intiland Development Tbk ingin bangun Kota Baru Maja, Banten 2 tahun lagi.
  • FASSA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk. membukukan kenaikan penjualan sebesar 18,44% sepanjang tahun lalu menjadi Rp5,87 triliun.
  • ASGR - PT Astra Graphia Tbk. bukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,71 triliun atau meningkat sebesar 2% dibandingkan capaian yang diraih pada 2015.
  • OJK - Pansel OJK tetapkan 35 orang lolos tahap dua.
  • Kaltim - Pemprov Kaltim targetkan tarik investasi Rp34,9 triliun pada 2017.
  • Gerindra - Ketum Gerindra Prabowo Subianto resmikan kantor baru di Sulteng.
  • Sawit - Minyak sawit mentah di Jambi turun Rp235 per/kg.
  • AS - Indonesia dan AS mutakhirkan kerja sama bilateral di bidang SAR.
  • Transportasi - Kemenhub segera bangun dermaga kapal Feri di Pulau terluar NTT.

Pagu Anggaran 2018 Kemenhub Dipatok Rp50 Triliun

Foto Berita Pagu Anggaran 2018 Kemenhub Dipatok Rp50 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perhubungan mematok besaran kebutuhan pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 di atas Rp50 triliun atau naik dari APBN 2017 sebesar Rp45,98 triliun.

"Kami merencanakan di atas Rp50 triliun, tapi melihat banyaknya masukan-masukan kita lihat berapa yang disetujui," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai pembukaan Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2018 di Kemenhub, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Budi menuturkan besaran pagu kebutuhan anggaran tersebut untuk membiayai dua program utama, di antaranya memastikan konektivitas hingga daerah terpencil dan transportasi perkotaan, seperti kereta ringan (LRT) dan "mass rapid transit" (MRT). Ia menambahkan untuk proyek-proyek di 2018 diprioritaskan untuk sektor Perhubungan Laut dan Perkeretaapian.

"Kita akan pastikan konektivitas terjadi di daerah dan di Jawa, apa yang kita lakukan adalah mengintensifkan pelabuhan-pelabuhan penting dan kapal-kapal penting untuk menghubungkan satu tempat ke tempat lain," katanya.

Salah satu program andalan, yaitu Tol Laut dan Rumah Kita, merupakan gudang logistik untuk menampung bahan-bahan pokok yang ditempatkan di 13 titik di wilayah Timur untuk memastikan ketersediaan dan siap didistribusikan, sehingga harganya bisa ditekan.

Sementara itu untuk di Pulau Jawa, pihaknya akan memperkuat armada kapal Ro-Ro dalam program pelayaran jarak dekat (short sea shipping).

Adapun di sektor perkeretaapian, lanjut dia, pihaknya masih akan melanjutkan proyek pembangunan KA di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang didorong untuk dikerjakan oleh swasta.

Untuk itu, Budi mengatakan penyerapan anggaran tahun ini terus digenjot hingga mencapai target, yaitu 95 persen dari yang sebelumnya 83 persen.

Dia menjelaskan untuk meraih target penyerapan anggaran tersebut, pihaknya memfokuskan pada program-program yang harus tepat sasaran. "Ada satu filosofi yang disampaikan, yaitu 'money follow program' (anggaran mengikuti program), uang itu harus dikasihkan pada program bukan pada proyek," katanya.

Menurut dia, banyaknya proyek yang dikerjakan bukan merupakan suatu indikator bahwa anggaran tersebut terserap dengan baik. "Kita melihat kunjungan saya ke daerah itu masih banyak berbasis proyek, padahal mestinya program yang dilaksanakan itu harus jelas," katanya.

Selain itu, Ia juga mempercepat pengerjaan proyek jangka menangah, yang awalnya dilaksanakan selama 3,5 tahun dipersingkat menjadi 1,2 tahun. "Sebaliknya, proyek-proyek yang kurang begitu penting dan terlanjut dibangun, kita bangun tapi dalam waktu yang lebih panjang," katanya.

Budi menilai dengan tingkat keterserapan yang baik, maka akan membuat penganggaran lebih efisien dan proyek diharapkan selesai.

Dia juga terus mendorong peran serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta untuk terlebiat dalam pengerjaan proyek-proyek infrastruktur transportasi agar alokasi anggaran bisa diprioritaskan ke daerah-daerah terpencil. (Ant)

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Infrastruktur

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51