Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 12:03 WIB. Menperin - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan pasokan logistik kembali normal pasca lebaran.
  • 12:01 WIB. OJK - Otoritas Jasa Keuangan berharap Asuransi menengah ke bawah di optimalkan.
  • 11:58 WIB. Bank SULUTGO - Bank Sulawesi Utara Gorontalo Siagakan petugas pantau ATM.
  • 11:37 WIB. Apps - Instagram luncurkan fitur bernama Favorites.
  • 11:35 WIB. Smartphone - Polytron kenalkan smartphone dengan GPS berakurasi tinggi.
  • 11:33 WIB. Facebook -  Fitur proteksi foto profil bisa mengurangi kemungkinan pencurian sebesar 75%.
  • 11:31 WIB. Medsos -  Fitur proteksi foto profil Facebook miliki sejumlah lapisan perlindungan.
  • 11:29 WIB. Medsos - Facebook siapkan fitur proteksi foto profil.
  • 11:26 WIB. Apps -  Pendiri Telegram, Pavel Durov: Jika aplikasinya diblokir di Rusia, hal tersebut membuat komunikasi negara itu berada di tangan asing.
  • 11:24 WIB. Apps - Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, ancam blokir aplikasi Telegram.
  • 11:19 WIB. Gadget - Samsung siapkan headset Gear VR baru dengan desain berbeda dari para pendahulunya.
  • 11:18 WIB. Apple - Apple tarik aplikasi yang sudah lama tidak pernah diunduh oleh para pengguna.
  • 11:16 WIB. Apple - Apple akan luncurkan pengalaman App Store baru dengan iOS 11 tahun ini.
  • 11:14 WIB. Apple - Apple himbau para developer agar tidak menyontek aplikasi lain, termasuk yang populer.
  • 11:11 WIB. Apple - Apple hilangkan ratusan ribu aplikasi dari App Store.

Unilever Lirik Kelapa Asal Seruyan

Foto Berita Unilever Lirik Kelapa Asal Seruyan
Warta Ekonomi.co.id, Kuala Pembuang -

Sejumlah perusahaan dari berbagai negara mulai melirik potensi buah kelapa yang dihasilkan oleh petani kelapa di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

"Salah satu perusahaan yang melirik potensi kelapa yang dihasilkan petani kita adalah Unilever," kata Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Minggu.

Orang nomor satu di "Bumi Gawi Hatantiring" ini mengatakan, beberapa hari lalu ia telah menerima kunjungan dari perwakilan Unilever ke Pembuang Hulu Kecamatan Hanau untuk melihat langsung berbagai potensi yang ada di Seruyan.

"Mereka ternyata tertarik dengan melimpahnya kelapa dalam yang ada di Seruyan," katanya.

Ia berharap, kehadiran perwakilan perusahaan dapat memberikan peluang pemasaran dengan harga yang bagus bagi petani di tengah melimpah produksi kelapa dalam di Seruyan.

"Saya sudah menginstruksikan Dinas Perindustrian Pedagangan dan Koperasi (Disperindagkop) untuk menjajaki kerjasama dengan Unilever, karena sebagaimana kita ketahui Unilever adalah perusahaan yang membutuhkan banyak kelapa sebagai salah satu bahan baku produk yang dihasilkan," katanya.

Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Seruyan, produksi kelapa dalam di Seruyan sebagian besar berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

Pada 2015 dan 2016 lalu, produksi kelapa dalam mencapai 1.400,16 ton, yang sebagian besar berasal dari Seruyan Hilir Timur mencapai 903 ton.

Kemudian, luas areal kebun kelapa dalam di Seruyan pada 2015 mencapai 1.902 hektar, yang sebagian besar juga terdapat di Seruyan Hilir Timur yakni 1.351 hektar dan Seruyan Hilir 182 hektar.

Selama ini kelapa yang dihasilkan diolah menjadi kopra atau dijual langsung ke berbagai daerah lain seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Katingan, Palangka Raya bahkan hingga ke provinsi lain seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Ant)

Tag: Unilever

Penulis: ***

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10