Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:07 WIB. First Travel - Din Syamsuddin minta Kemenag tidak lepas tangan.
  • 10:06 WIB. Pilpres - Hanura sebut daripada PAN kalah lebih baik usung Jokowi.
  • 10:00 WIB. Lawan Narkoba - BNN akui ingin berantas narkoba seperti di Filipina.
  • 09:58 WIB. e-KTP - KPK telah periksa 80 orang saksi terkait kasus e-KTP.
  • 09:58 WIB. BUMN - Menteri Rini janji akan terus pangkas harga Semen di Papua.
  • 09:57 WIB. OTT - KPK sita mata uang asing dari OTT Kemenhub.
  • 09:56 WIB. OTT - Kemenhub benarkan ada orangnya yang kena OTT KPK.
  • 07:50 WIB. Friendly Match (24/8) - Real Madrid 2 - 1 Fiorentina

Unilever Lirik Kelapa Asal Seruyan

Foto Berita Unilever Lirik Kelapa Asal Seruyan
Warta Ekonomi.co.id, Kuala Pembuang -

Sejumlah perusahaan dari berbagai negara mulai melirik potensi buah kelapa yang dihasilkan oleh petani kelapa di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

"Salah satu perusahaan yang melirik potensi kelapa yang dihasilkan petani kita adalah Unilever," kata Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Minggu.

Orang nomor satu di "Bumi Gawi Hatantiring" ini mengatakan, beberapa hari lalu ia telah menerima kunjungan dari perwakilan Unilever ke Pembuang Hulu Kecamatan Hanau untuk melihat langsung berbagai potensi yang ada di Seruyan.

"Mereka ternyata tertarik dengan melimpahnya kelapa dalam yang ada di Seruyan," katanya.

Ia berharap, kehadiran perwakilan perusahaan dapat memberikan peluang pemasaran dengan harga yang bagus bagi petani di tengah melimpah produksi kelapa dalam di Seruyan.

"Saya sudah menginstruksikan Dinas Perindustrian Pedagangan dan Koperasi (Disperindagkop) untuk menjajaki kerjasama dengan Unilever, karena sebagaimana kita ketahui Unilever adalah perusahaan yang membutuhkan banyak kelapa sebagai salah satu bahan baku produk yang dihasilkan," katanya.

Sementara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Seruyan, produksi kelapa dalam di Seruyan sebagian besar berasal dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Seruyan Hilir dan Kecamatan Seruyan Hilir Timur.

Pada 2015 dan 2016 lalu, produksi kelapa dalam mencapai 1.400,16 ton, yang sebagian besar berasal dari Seruyan Hilir Timur mencapai 903 ton.

Kemudian, luas areal kebun kelapa dalam di Seruyan pada 2015 mencapai 1.902 hektar, yang sebagian besar juga terdapat di Seruyan Hilir Timur yakni 1.351 hektar dan Seruyan Hilir 182 hektar.

Selama ini kelapa yang dihasilkan diolah menjadi kopra atau dijual langsung ke berbagai daerah lain seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Katingan, Palangka Raya bahkan hingga ke provinsi lain seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Ant)

Tag: Unilever

Penulis: ***

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,575.64 3,539.72
British Pound GBP 1.00 17,193.02 17,018.55
China Yuan CNY 1.00 2,012.37 1,992.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,409.00 13,275.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.77 10,477.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.33 1,696.18
Dolar Singapura SGD 1.00 9,846.53 9,744.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,770.32 15,611.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,132.21 3,098.74
Yen Jepang JPY 100.00 12,234.49 12,106.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5914.024 33.727 559
2 Agriculture 1749.119 -1.495 18
3 Mining 1548.199 28.971 44
4 Basic Industry and Chemicals 608.159 -3.067 67
5 Miscellanous Industry 1350.370 5.613 41
6 Consumer Goods 2496.745 27.019 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.032 -0.290 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1252.484 7.329 60
9 Finance 993.787 5.533 89
10 Trade & Service 921.814 2.030 130
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 110 148 38 34.55
2 OKAS 102 137 35 34.31
3 PGLI 90 110 20 22.22
4 BMAS 360 438 78 21.67
5 PEGE 240 280 40 16.67
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 LEAD 61 71 10 16.39
8 MFMI 700 800 100 14.29
9 GOLD 570 650 80 14.04
10 MREI 3,120 3,500 380 12.18
No Code Prev Close Change %
1 TALF 334 274 -60 -17.96
2 IKBI 426 364 -62 -14.55
3 GMTD 7,900 7,000 -900 -11.39
4 PSDN 230 206 -24 -10.43
5 SDPC 118 110 -8 -6.78
6 BRAM 9,100 8,525 -575 -6.32
7 CARS 1,475 1,385 -90 -6.10
8 ARTA 284 268 -16 -5.63
9 BTEK 167 159 -8 -4.79
10 BVIC 238 228 -10 -4.20
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 61 71 10 16.39
2 TRAM 110 148 38 34.55
3 IKBI 426 364 -62 -14.55
4 MBSS 380 398 18 4.74
5 DGIK 58 63 5 8.62
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 BUMI 268 284 16 5.97
8 MAMI 84 86 2 2.38
9 PBRX 440 444 4 0.91
10 ADRO 1,860 1,955 95 5.11