Portal Berita Ekonomi Kamis, 29 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 17:19 WIB. Ketapang - Total pengguna jasa penyeberangan feri di Pelabuhan Ketapang tercatat 331.668 orang sampai dengan H+2.
  • 17:19 WIB. KAI - Jumlah penumpang kereta api di Daop 8 Surabaya meningkat 6% selama libur lebaran 2017.
  • 17:18 WIB. Ragunan - Presiden Jokowi mengakui hewan primata di Kebun Binatang Ragunan tampil ceria.
  • 17:17 WIB. Ancol - Pengunjung pusat rekreasi Ancol mencapai rata-rata seratus ribu orang per hari selama libur lebaran 2017.
  • 17:16 WIB. Kemenhub - Menhub Budi Karya Sumadi mengimbau operator truk angkutan barang mulai beroperasi pada Senin (3/7).
  • 15:51 WIB. Arcandra Tahar - Wakil Menteri  ESDM Arcandra Tahar Setelah Libur Lebaran, Kerja Harus Lebih Semangat Lagi.
  • 15:29 WIB. Energi - Pengembangan Energi Terbarukan Tergantung Komitmen Politik
  • 15:20 WIB. Libur Lebaran - Presiden Jokowi dan keluarga liburan ke Ragunan.
  • 15:18 WIB. Libur Lebaran - H+3 libur lebaran kebun Raya Bogor tembus 23.985 pengunjung.
  • 15:05 WIB. Libur Lebaran - H+3 lebaran tercatat 101.560 kendaraan lewati tol Cikampek.
  • 15:03 WIB. Arus Balik - Arus balik mudik di Tol Cipali naik 59%.
  • 14:44 WIB. Gadget - Vertu rilis ponsel mewah bernama Cobra.
  • 14:40 WIB. Uber - Uber luncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna meminta dan membayar tumpangan atas nama orang lain

Yogyakarta Bersiap Sambut Para Pemudik

Foto Berita Yogyakarta Bersiap Sambut Para Pemudik
Warta Ekonomi.co.id, Yogyakarta -

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Artanto melakukan inspeksi mendadak kesiapan Angkutan Lebaran 2017 di Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta. Dalam kesempatan tersebut Pudji Artanto mengaku kecewa dan heran karena tiga bus antarkota antarprovinsi (AKAP) beserta pengemudinya yang dicek secara acak dinyatakan tidak ada satu pun yang laik jalan.

"Kami minta petugas untuk tidak memberikan stiker laik jalan kepada bus yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Kriteria tidak laik jalan yang paling fatal adalah spedometer mati dan 'seat belt' (sabuk pengaman) tidak berfungsi. Saya bisa bayangkan sekian lama bus berjalan tetapi faktor keselamatan nol, makanya banyak kecelakaan lalu lintas," kata Pudji Artanto di Yogyakarta, Minggu (18/6/2017).

Menurut dia, kedatangan ke Terminal Bus Tipe A Giwangan, Yogyakarta, itu sesuai dengan perintah Menteri Perhubungan untuk mengecek kesiapan Angkutan Lebaran. "Dari hasil pengecekan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru 60 persen bus AKAP yang laik jalan, sisanya dipastikan dilarang beroperasi sampai kelengkapan beres," katanya.

Ia mengatakan, bus yang tidak laik jalan di Terminal Giwangan ini justru berasal dari luar Yogyakarta, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah yang ditunjukkan dengan plat nomor di luar AB. "Saya kecewa, pengusaha perusahaan otobus (PO) hanya ingin kaya, tetapi keselamatan rakyat kecil tidak diperhitungkan sebab tidak bisa mengandalkan uji berkala enam bulan saja, PO ada mekaniknya," katanya.

Pudji mengatakan, secara nasional, sekitar 20 persen bus AKAP tidak laik jalan. Dari jumlah itu, separuhnya tidak boleh beroperasi sama sekali karena tidak memenuhi "ram check", seperti, tidak ada rem, tidak ada ban cadangan, ban gundul, dan sebagainya. "Keselamatan penumpang nomor satu, saat ini masih ada waktu dua sampai tiga hari untuk memperbaiki kelengkapan bus sebelum beroperasi sebagai angkutan mudik Lebaran," katanya.

Ia mengatakan, bagi para penumpang juga harus memiliki semangat kebersamaan untuk menegur pengemudi bus yang ugal-ugalan. Penumpang yang duduk di baris pertama atau kedua bus harus bisa melakukan hal itu.

"Kalau perlu marahin, tempeleng, saya juga gitu kalau sopir saya tidak benar juga tempeleng," katanya. Menurut dia, yang dimaksud dengan tempeleng bukan menempeleng dalam arti sesungguhnya, melainkan memberi peringatan keras secara langsung.

"Keselamatan berlalu lintas membutuhkan dua hal, kendaraan yang laik jalan dan pengemudi atau sopir harus bermental baik," katanya. (ant)

Tag: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Mudik Lebaran

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Hafit Yudi Suprobo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10