Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Tingkatkan Literasi Keuangan di Masyarakat

        OJK Tingkatkan Literasi Keuangan di Masyarakat Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Semarang -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat agar tidak terjebak pada aktivitas investasi bodong.

        "Kalau 'return' sudah tidak masuk akal silahkan tanya ke OJK," kata Kepala OJK Kantor Regional III Jawa Tengah dan DIY M Ihsanuddin di Semarang, Jumat (7/10/2016).

        Diakuinya, beberapa kasus yang dilaporkan masyarakat terkait penawaran keuntungan tinggi yang saat ini terjadi di Jawa Tengah di antaranya beberapa koperasi di Solo, Magelang, dan Pati.

        "Untuk Pati ini izin usahanya bukan koperasi tetapi perdagangan. Secara umum koperasi ini memberikan iming-iming 'return' yang tinggi yaitu sampai 3 persen/bulan," katanya.

        Dikatakan, salah satu segmen masyarakat yang dibidik oleh lembaga keuangan ini adalah segmentasi masyarakat menengah di mana hanya memiliki uang pas-pasan.

        "Misalnya, orang ini memiliki uang Rp10 juta, dimasukkan ke koperasi dengan harapan dapat keuntungan 3 persen/bulan. Berarti dapat Rp300 ribu, setiap tahunnya dapat Rp3,6 juta. Mereka jadi tertarik memasukkan uangnya," katanya.

        Dalam hal ini, pihaknya merasa perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah tergoda. Bahkan, bagi yang memiliki uang lebih cukup banyak lebih baik diinvestasikan dengan sistem pasif income.

        Sementara itu, anggota Dewan Komisioner OJK Firdaus Djaelani mengatakan Pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan di kalangan masyarakat.

        "Khususnya mengenai keberadaan lembaga tidak berizin terkait investasi bodong, tidak harus dari lembaga keuangan," katanya.

        Dikatakan, saat ini di website resmi OJK ada 47 lembaga yang terbukti melakukan aktivitas keuangan secara ilegal. Kemungkinan, di masyarakat jumlah lembaga ini lebih banyak lagi.

        "Oleh karena itu, kami merasa perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak semakin banyak korban dari investasi bodong," katanya. (Ant)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: