Kredit Foto: Fajar Sulaiman
Pemerintah dan parlemen telah menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. Dalam APBN 2017 subsidi listrik ditetapkan sebesar Rp44,98 triliun, ada sedikit penyusutan dari alokasi subsidi tersebut.
Menanggapi hal itu, Bank Indonesia (BI) menilai penyusutan subsidi listrik ini tidak akan berpengaruh banyak bagi inflasi di tahun depan.
"Kalau listrik, dan ini kan bukan listrik secara menyeluruh, tapi hanya untuk golongan tertentu, kalau ini kan hanya sebagian dari rumah tangga yang terkena dan itu dampak inflasinya jauh lebih kecil," ujar Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/10/2016).
Meski dampak pengurangan subsidi listrik terhadap inflasi tidak signifikan, Mirza mengakui dampak pengurangan subsidi listrik ini akan berdampak sekitar 80 sampai 100 bps pada Indeks Harga Konsumen (IHK).
"Kalau menurut hitungan BI dampak ke IHK-nya itu 80 sampai 100 bps. Itu dampaknya terbatas. Tetapi untuk inflasi inti, tidak berdampak, sehingga menurut BI under control dan memang pengurangan subsidi untuk APBN akan lebih sehat," tukas dia.
Dengan kondisi itu, BI menargetkan inflasi pada tahun depan sekitar 3-5 persen. Dan tahun ini diperkirakan bisa berada di angka 3,5 persen.
"Tahun depan inflasinya juga bisa sekitar di bawah 4 persen. Kalau ditambah dengan kenaikkan harga listrik memang akan ada di atas 4 persen untuk IHK ya. Tapi kalau untuk inflasi inti, bisa di bawah 4 persen," tutup dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Cahyo Prayogo
Tag Terkait: