Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Paul Ryan: Amerika Tak Siap Lakukan Deportasi Imigran Gelap

        Paul Ryan: Amerika Tak Siap Lakukan Deportasi Imigran Gelap Kredit Foto: Arif Hatta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua DPR Amerika Serikat (AS), Paul Ryan menyatakan anggota parlemen tidak siap untuk membentuk pasukan deportasi terkait retorika kampanye Donald Trump yang akan segera mendeportasi para imigran gelap dan tiga juta warga AS yang terbukti menggunakan narkoba.

        "Kami tidak berencana mendirikan sebuah kekuatan deportasi. Donald Trump tidak merencanakan itu," kata Ryan seperti dikutip dari laman CNN di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

        "Saya pikir kita harus menempatkan orang dengan nyaman di AS. Itu bukan fokus kami. Kami berfokus pada pengamanan perbatasan. Sebelum masuk ke AS, kita harus tahu dari mana mereka," lanjutnya.

        Sementara itu, saat wawancara dengan stasiun televisi CBS, dalam "60 Minutes", Trump mengatakan bahwa ia tetap akan membangun tembok pembatas antara AS dan Meksiko di titik-titik tertentu. Selain itu, ia juga berjanji, salah satu yang menjadi fokus utamanya adalah mendeportasi orang-orang yang melakukan kejahatan di AS, seperti anggota geng dan pengedar narkoba.

        "Setelah perbatasan aman, semuanya akan kembali normal," kata Trump.

        Sementara itu, ketika ditanya terkait kebijakan Trump yang akan memberlakukan tarif besar impor dari negara-negara seperti Meksiko, Ryan menghindar dan menyatakan jika ia mendukung reformasi pajak untuk mengatasi tantangan yang serupa. Selain itu, terkait dengan program Presiden Barack Obama, yakni ObamaCare, Ryan mengatakan bahwa program itu jelas gagal.

        "ObamaCare gagal. Ini harus diganti. Kita akan melakukan itu dan sangat bersemangat merumuskannya. Kita bisa memperbaiki apa yang rusak dalam perawatan kesehatan tanpa melanggar apa yang dikerjakan," kata Ryan.

        Seorang republikan asal Wisconsin tersebut menyatakan setuju dengan komentar Trump di "60 Minutes" bahwa ia akan mempertahankan larangan bagi asuransi untuk tidak menanggung biaya kesehatan bagi kondisi yang sudah ada sebelumnya serta membolehkan orang dewasa muda hingga berusia 26 tahun mendapat asuransi atas polis orangtuanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Gregor Samsa
        Editor: Cahyo Prayogo

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: