AS Disorot Tanpa Strategi, Iran Justru Dinilai Semakin Kuat di Medan Perang
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Konflik global yang melibatkan kekuatan besar kerap menyisakan persoalan klasik, yakni bagaimana mengakhiri perang secara efektif. Dalam banyak kasus, absennya strategi keluar justru memperpanjang konflik dan meningkatkan ketidakpastian geopolitik.
Situasi ini kembali mencuat dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pihak mulai menilai konflik tersebut berpotensi berlarut akibat lemahnya perencanaan penyelesaian.
Dilansir dari ANADOLU, Kanselir Jerman Friedrich Merz secara terbuka mengkritik langkah Washington dalam konflik tersebut. Ia menilai Amerika Serikat masuk ke dalam perang tanpa memiliki strategi keluar yang jelas.
“Masalah dalam konflik seperti ini selalu sama: Anda tidak hanya harus masuk, tetapi juga harus tahu bagaimana keluar,” ujarnya.
Ia menambahkan pengalaman serupa pernah terjadi dalam konflik panjang seperti Perang Afghanistan dan Perang Irak. Menurutnya, kegagalan merancang strategi keluar menjadi pelajaran mahal yang seharusnya tidak terulang.
Merz menilai Amerika Serikat jelas masuk ke dalam perang di Iran tanpa strategi apa pun. Akibatnya, upaya untuk mengakhiri konflik kini menjadi jauh lebih sulit dilakukan.
Di sisi lain, ia menyoroti kekuatan Iran yang dinilai berada di luar perkiraan awal. Menurutnya, kondisi ini semakin memperumit posisi Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Ia menyebut Iran terbukti lebih kuat dari yang diperkirakan sebelumnya. Selain itu, kemampuan diplomasi Teheran juga dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam proses negosiasi.
“Iran jelas lebih kuat dari yang diperkirakan, dan Amerika tidak memiliki strategi yang meyakinkan dalam negosiasi,” ujarnya.
Merz bahkan menilai Iran sangat terampil dalam bernegosiasi, bahkan dalam konteks menghindari kesepakatan. Hal ini membuat proses diplomasi menjadi semakin kompleks dan sulit mencapai titik temu.
Baca Juga: Trump Ogah Kirim Delegasi Berunding dengan Iran: '18 Jam Perjalanan'
“Orang Iran sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya sangat terampil untuk tidak bernegosiasi,” kata dia.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer. Faktor strategi dan kemampuan diplomasi juga memainkan peran krusial dalam menentukan arah perang.
Ketidakpastian penyelesaian konflik semakin meningkat. Tanpa strategi yang jelas, perang berisiko berubah menjadi konflik berkepanjangan dengan dampak global yang luas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: