Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengurus Daerah Ramai Mundur, PKS Masih 'Percaya Diri' Menangkan Prabowo-Sandiaga

        Pengurus Daerah Ramai Mundur, PKS Masih 'Percaya Diri' Menangkan Prabowo-Sandiaga Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di beberapa daerah seperti Bali dan Banyumas mundur ramai-ramai. Meski begitu partai tersebut masih yakin koalisi paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap solid.

        Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, mengatakan mundurnya para pengurus partai yang ada di daerah tetap melakukan konsolidasi pemenangan Prabowo-Sandi untuk Pilpres 2019 mendatang. Sebab hal itu, telah dilakukan jauh hari sebelum pergantian tersebut.

        "Itu di daerah-daerah tetap mereka konsolidasi. Sudah konsolidasi melakukan pergantian dan dalam keadaan begini, biasanya ada masalah langsung segera diatasi," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

        Ia menegaskan, arus bawah pendukung Prabowo-Sandi tetap solid. Bahkan sejumlah relawan yang disebutnya juga sangat total dalam memenangkan pasangan nomor urut 02 itu.

        "Oh tidak. Justru luar biasa loh. Relawan-relawan itu mereka membiayai sendiri," katannya.

        "Justru mereka yang minta di SK-kan. Kami justru sibuk melayani semangat mereka. Jadi tidak khawatir tinggal bagaimana kami bisa memanage semangat itu," tambahnya.

        Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS Kabupaten Banyumas, Machfulyono, menjelaskan pengunduran diri itu berawal dari kegiatan Educational Leadership Training (ELT) PKS pada 6 Oktober lalu di Purwokerto.

        Dimana saat itu, seluruh pengurus dan kader diminta menandatangani pakta integritas hitam di atas putih yang berisi pernyataan loyalitas pada partai. Hak tersebut sangat jarang terjadi dalam partai.

        "Kita harus tanda tangan di atas meterai bagi yang loyal. Bagi yang tidak mau tanda tangan, otomatis mungkin dikatakan tidak loyal," tegasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Irfan Mualim
        Editor: Irfan Mualim

        Bagikan Artikel: