Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Buset! Hasil Survei Bilang 31 Persen Warga Jakarta Ngotot Mudik Lebaran

        Buset! Hasil Survei Bilang 31 Persen Warga Jakarta Ngotot Mudik Lebaran Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan sebanyak 31 persen warga Jakarta akan mudik lebaran.

        Direktur SMRC Sirojudin Abbas mengatakan warga terbanyak kedua yang ingin mudik berasal dari Jawa Timur sebesar 12 persen dan secara berturut-turut 10 persen dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten.

        "31 persen warga DKI tetap ingin pulang kampung (mudik) saat lebaran nanti. Mereka yang ingin mudik ini termasuk juga kalangan yang berpendidikan tinggi dan berpenghasilan tinggi," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

        Baca Juga: Jelang Ramadan, Fadli Zon Berondong Pemerintah buat Tegas: Buat Larangan Jangan Mudik!

        Baca Juga: Kemendagri Bikin Surat Edaran Minta Warga Jabodetabek yang Nekat Mudik Didata

        Sementara itu, dari hasil survei mudik secara nasionel, persentase warga yang ingin mudik mencapai 11 persen atau setara dengan 20 juta warga dewasa. Sementara itu, 89 persen warga menyatakan tidak ingin mudik.

        Untuk itu, ia meminta pemerintah untuk melakukan upaya tegas untuk mencegah warga mudik ke kampung halaman di tengah pandemi virus corona ini.

        "Mengingat masih tingginya minat para perantau untuk mudik, tampaknya masih diperlukan edukasi dan penataan yang lebih tegas terhadap kegiatan mudik terutama dari Jakarta," katanya.

        Sekedar informasi, survei ini dilakukan dengan sampel basis sebanyak 1.200 responden nasional yang dipilih secara acak melalui telepon pada 22-25 Maret 2020 dan 9-12 April 2020. Populasi pemilih merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

        Margin of error survei ini diperkirakan 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: