Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Berseberangan dengan Orang 212, Gerindra: Masjid Harus Ditutup!

        Berseberangan dengan Orang 212, Gerindra: Masjid Harus Ditutup! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Persaudaraan Alumni (PA) 212 menilai saat ini pemerintah tidak adil lantaran memberikan relaksasi bagi dunia transportasi namun tidak pada kegiata agama. Karena itu, mereka mendesak pemerintahmelonggarkan aturan beribadah di masjid di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

        Terkait itu, Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI Rani mengaku kurang sependapat dengan pernyataan PA 212. Menurut dia, aturan mengenai peniadaan sementara kegiatan ibadah di tempat peribadatan lebih baik tetap diteruskan.

        Baca Juga: Mbah Amien Mau Buat Partai, Jamaah 212 Mau Gabung?

        Baca Juga: Reuters Temukan 2.212 Warga Indonesia Meninggal dengan Gejala Akut Covid-19

        "Di satu sisi saya merasa sebaiknya sementara tetap ditutup sampai masa penyebaran Covid-nya benar-benar melandai," katanya kepada wartawan, Rabu (13/5/2020).

        Lanjutnya, ia beralasan penerapan protokol pencegahan corona di masjid sangat sulit untuk dilakukan. Karena itu, ia meminta masyarakat ikut mematuhi aturan yang berlaku.

        "Tapi kalau mengingat kewajiban ibadah terkadang hati kecil merasa masa urusan ibadah jadi terkalahkan. Apa mungkin bisa diatur jarak salatnya, tapi kalau menurut syariahnya kan saf itu harus rapat. Sangat dilematis," jelasnya.

        Sambung dia, "Jadi kalau menurut saya sebaiknya kita ikuti aturan pemerintah saja sementara waktu demi keselamatan bersama," tukasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Vicky Fadil

        Bagikan Artikel: