Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Kabar Sawit
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tertekan, Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Minus 14,7%

        Tertekan, Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Minus 14,7% Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Keuangan mencatat kinerja penerimaan pajak sampai Juli 2020 mencapai Rp711 triliun. Besaran tersebut terkontraksi 14,7% dibandingkan dengan Juli tahun lalu.

        Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja penerimaan pajak memang terus tertekan. Hal ini disebabkan oleh kinerja pemulihan ekonomi pada 2020 belum terlalu optimal.

        Baca Juga: Negara Upin-Ipin Sudah Resesi, Sri Mulyani Frustrasi?

        "Penerimaan pajak saya sampaikan realisasi sampai akhir Juli Rp711 triliun. Pajak migas mencapai Rp19,8 triliun lalu untuk nonmigas pajaknya mencapai Rp582 triliun," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (24/8/2020).

        Dia melanjutkan, penerimaan pajak luar hampir semua jenis pajak mengalami tekanan yang cukup serius. Salah satu jenis pajak yang terkontraksi cukup dalam adalah PPN yang pertumbuhannya minus 12%.

        "Itu terlihat biasa keras Pph 21 terlihat banyak mengalami tekanan Pph 21. PPN juga kita lihat kontraksinya 12%," katanya.

        Dia menambahkan, penerimaan dari Bea dan Cukai telah mencapai Rp109,1 triliun. Rinciannya, penerimaan cukai mencapai Rp88,4 triliun, sedangkan dari penerimaan pajak perdagangan Internasional mencapai Rp20,6 triliun.

        "Secara umum untuk penerimaan pajak terjadi kontraksi 14,7%. Namun, Kepabeanan dan Cukai masih positif 3,7%, kalau kita lihat target penerimaan negara adalah Rp1.699,9 triliun," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Puri Mei Setyaningrum

        Bagikan Artikel: