Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IsDB Setujui Rp3,86 T untuk Kedaruratan Enam Rumah Sakit Rujukan Nasional di Indonesia

        IsDB Setujui Rp3,86 T untuk Kedaruratan Enam Rumah Sakit Rujukan Nasional di Indonesia Kredit Foto: Antara/Reno Esnir
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IsDB) telah menyetujui untuk memberikan pembiayaan jutaan dolar untuk proyek kesehatan baru di Indonesia berjudul; "Penguatan Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal". Persetujuan itu datang selama rapat Dewan Direktur Eksekutif IsDB yang diadakan pada 19 September 2020 lalu.

        Sesuai persetujuan, IsDB akan membiayai USD262 juta setara Rp3,86 triliun dari proyek senilai USD293 juta atau setara Rp4,32 triliun (kurs Rp14.758/dolar) yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, kualitas, dan pemberian layanan kesehatan melalui peningkatan enam Rumah Sakit Rujukan Nasional dan Unit Teknis Vertikal yang tersebar di lima provinsi di Indonesia.

        Baca Juga: Corona Mengganas di Depok, Ridwan Kamil Imbau Warga yang Punya Skill Gabung ke Rumah Sakit

        "Proyek ini merupakan hasil dari kerjasama erat selama tiga tahun antara IsDB, dan Kementerian Kesehatan Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)," ujar Kepala Regional IsDB Group Regional Hub Indonesia Saleh Jelassi dalam keterangan rilis yang diterima WE Online di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

        Setelah selesai, proyek ini akan meningkatkan total kapasitas tempat tidur rumah sakit hingga hampir 1.000 tempat tidur, dan menghasilkan penyediaan lebih dari 230.000 m2 ruang gedung baru yang akan meningkatkan fasilitas perawatan dan laboratorium di rumah sakit, sekaligus meningkatkan kemampuan kesiapsiagaan darurat.

        Proyek ini bertujuan untuk mendukung upaya Indonesia dalam mencapai SDG#3: "Memastikan hidup sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk semua kelompok umur".

        Akses ke layanan kesehatan bukan hanya hak asasi manusia, tetapi rumah sakit yang lebih baik, staf perawatan kesehatan yang lebih terlatih, peralatan medis mutakhir, dan metode pengobatan modern merupakan faktor integral yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

        Proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia memiliki akses yang lebih baik dan lebih cepat terhadap layanan kesehatan dalam Perawatan Ibu dan Anak, Kanker, dan Pernafasan.

        Selain itu, pandemi COVID-19 saat ini telah membuktikan bahwa sistem perawatan kesehatan yang mapan dan berfungsi dengan baik sangat dibutuhkan tidak hanya untuk memerangi keadaan darurat kesehatan, tetapi juga untuk lebih menjaga kehidupan ekonomi dan sosial tetap pada jalurnya.

        Intervensi utama akan berkisar pada penyediaan infrastruktur, peralatan dan peningkatan kapasitas yang diperlukan di enam rumah sakit rujukan untuk meningkatkan pemberian layanan kesehatan sambil berkontribusi pada kegiatan penting tambahan yang didedikasikan untuk meningkatkan kapasitas tanggap darurat dari sistem perawatan kesehatan dan penggunaan sistem informasi yang lebih efisien di kesehatan.

        Rumah sakit yang termasuk dalam proyek ini adalah Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional, Rumah Sakit Dharmais dan Persahabatan di Jakarta, Dr. Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung, Dr. Rumah Sakit Sardjito di Yogyakarta, Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, dan Dr. Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Setelah selesai, proyek akan berkontribusi pada 25% peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajria Anindya Utami
        Editor: Fajria Anindya Utami

        Bagikan Artikel: