Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Sebut Volatilitas IHSG Respons Awal dari Ketidakpastian Global

OJK Sebut Volatilitas IHSG Respons Awal dari Ketidakpastian Global Kredit Foto: Ida Umy Rasyidah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tekanan pasar akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah saat ini tidak hanya dialami pasar saham Indonesia, tetapi juga berdampak luas terhadap pasar regional dan global.

Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan bahwa di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mayoritas indeks utama dunia mencatatkan pelemahan sebagai reaksi awal investor terhadap risiko yang berkembang.

“Pasar saham memang selalu melakukan price in dan risk off terhadap kejadian saat ini untuk masa mendatang. Biasanya, sebelum sektor-sektor lain terdampak, respons awal langsung terlihat di pergerakan pasar saham,” kata Hasan dalam Konferensi Pers OJK hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).

Menurut Hasan, dinamika perubahan volatilitas harga saham yang tercermin dalam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan bagian dari transmisi global dan masih berada dalam batas normal. Kondisi tersebut mencerminkan penilaian risiko awal investor terhadap eskalasi konflik dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

“Namun kami mengingatkan, dalam merespons kondisi seperti ini, OJK bersama bursa memiliki sejumlah kebijakan yang saat ini masih berlaku, serta instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas pasar,” jelasnya.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain pembelian kembali saham (buyback) tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam kondisi tertentu, yang dapat dimanfaatkan emiten untuk menjaga kepercayaan pasar.

Baca Juga: Ini 20 Nama Calon Anggota DK OJK, Ada Friderica Hingga Hasan Fawzi

Baca Juga: IHSG Anjlok 4,32% ke 7.596 pada Akhir Sesi Pertama, 713 Saham Kebakaran!

Baca Juga: IHSG Ambruk 4%, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Dinilai Jadi Pemicunya

Selain itu, penerapan mekanisme auto rejection bawah (ARB) diharapkan mampu menahan pelemahan harga saham secara ekstrem dalam satu sesi perdagangan.

“Dan jika memang terjadi kepanikan serta one-sided market di pasar, opsi trading halt atau penghentian sementara perdagangan juga dapat diterapkan apabila tekanan dinilai signifikan,” pungkas Hasan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: