Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CPOPC: Skema ISPO dan MSPO Merupakan Arah Tepat Menuju Keberlanjutan

        CPOPC: Skema ISPO dan MSPO Merupakan Arah Tepat Menuju Keberlanjutan Kredit Foto: Antara/Aswaddy Hamid
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Organisasi Negara-negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) mengapresiasi pengelolaan penggunaan lahan yang berkelanjutan oleh kedua negara anggota CPOPC yakni Indonesia dan Malaysia.

        Upaya yang dilakukan ini telah memberikan dampak positif dari minyak sawit dalam mengangkat jutaan petani keluar dari kemiskinan. Penerapan skema sertifikasi nasional untuk minyak sawit, termasuk Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO) sudah berperan besar dalam membangun keberlanjutan produksi minyak sawit.

        Baca Juga: Manfaat UCO Sawit: Dari Biodiesel Hingga Pembersih Lantai

        Indonesia telah memberlakukan kebijakan moratorium dalam pembukaan lahan baru untuk kelapa sawit, dan Malaysia juga telah menetapkan pembatasan total luas areal budidaya kelapa sawit sebesar 6,5 juta hektar, merupakan dua contoh kemajuan yang dicatat oleh kedua negara. “Penurunan drastis dari kebakaran hutan dan deforestasi di Indonesia juga harus mendapat pengakuan international,” catat Sekretariat CPOPC seperti dikutip dari InfoSAWIT. 

        Ambisi global untuk mengurangi karbon menjadi salah satu tindakan yang sangat mendesak.  Keputusan baru-baru ini oleh negara-negara G7 untuk mundur dari ambisi kendaraan listrik/electric vehicle (EV) menjadi sinyal yang jelas bahwa bahan bakar nabati adalah alat yang dibutuhkan dalam memerangi perubahan iklim tanpa mengganggu ekonomi global.

        CPOPC menantikan kelanjutan Kelompok Kerja Bersama/Joint Working Group (JWG) antara Uni Eropa - ASEAN yang sedang berlangsung tentang minyak nabati berkelanjutan di mana pendekatan menyeluruh dan non-diskriminatif terhadap minyak nabati dapat dikembangkan untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).

        “Skema sertifikasi nasional yang bersifat wajib bagi semua produksi minyak sawit di Indonesia dan Malaysia tidak ada tandingannya dalam perdagangan komoditas global. CPOPC percaya bahwa skema ISPO dan MSPO memberikan arah yang tepat menuju SDGs bagi kedua belah pihak di JWG UE – ASEAN,” kata pihak Sekretariat CPOPC.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ellisa Agri Elfadina
        Editor: Alfi Dinilhaq

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: