Lelang paket preserasi jalan dan jembatan Tanjung Bumi Pamekasan Sumenep yang dimenangkan oleh PT. Amin Jaya Karya Abadi mendadak dibatalkan oleh LPSE Kementrian PUPR.
Lelang paket senilai Rp42 Miliar tersebut padahal sudah melalui berbagai tahapan yang dilaksanakan di LPSE mulai tanggal 28 Desember 2021.
Tahapan tersebut diantaranya adalah, upload dokumen penawaran 31 Desember- 4 Januari 2022, tahapan pembukaan dokumen penawaran dilaksanakan tanggal 4 Januari-10 Januari 2022, dilanjutkan dengan tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga yang dalam proses ini mengalami 3 kali perubahan, awal perubahan dari 10 Januari 2022 menjadi 25 Februari 2022.
Dengan selesainya tahapan evaluasi dilanjutkan tahapan pembuktian kualifikasi dalam proses ini mengalami 3 perubahan dari tanggal 10 Februari-25 Februari 2022.
Setelah itu dilanjutkan dengan tahapan penetapan pemenang awalnya pada tanggal 10 Februari kemudian mengalami perubahan pada tanggal 25 Februari 2022.
Di tanggal 25 Februari 2022 Pokja Kementrian PUPR sudah menentukan pemenang yaitu PT. Amin Jaya Karya Abadi dengan melabeli tanda bintang sebagai tanda pemenang paket lelang tersebut.
Pasca dimenangkannya PT Amin Jaya Karya Abadi, muncul aksi demo PROJO Sampang di depan BP2JK dan Balai 8 Jawa-Bali pada 1 Maret 2022. Lalu Pokja mengubah jadwal 21 maret 2022 untuk mengeluarkan berita acara evaluasi.
"Setelah ada aksi demo ke dua yang hanya bermassa kan 10 orang, Pokja mengubah semua jadwal tahapan dan hasil penetapan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan ke PT Amin Jaya Karya Abadi menjadi batal atau hilang dan kembali ke tahapan awal evaluasi," kata Manager PT Amin Jaya Karya Abadi, Ripkianto.
Ia menduga ada tekanan dan intervensi dari kelompok yang berkepentingan dengan proyek tersebut sampai harus mengerahkan massa untuk menekan Pokja agar mengubah hasil tender tersebut. Dia pun mempertanyakan ada apa dengan BP2JK.
"Kami mempertanyakan letak independentsi BP2JK, sampai bisa di intervensi oleh segelintir masa melalui aksi demonya di BP2JK," ujar Ripkianto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: