
Pemerintah berkomitmen memastikan arus mudik Lebaran Idulfitri 1446 H berjalan lancar serta ramah bagi perempuan dan anak, terlebih tahun ini Idulfitri bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
Dalam upaya tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja meninjau kesiapan sarana dan prasarana di dua lokasi strategis, yaitu Rest Area KM 57A ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Pelabuhan Merak.
Baca Juga: Pastikan Wisatawan Aman pada Libur Lebaran, Kemenpar Antisipasi Situasi yang Tidak Diharapkan
Menko PMK menegaskan bahwa persiapan mudik telah berjalan dengan baik melalui sinergi berbagai pihak.
"Sejauh ini, persiapan sudah matang. Kita telah meningkatkan kerja sama lintas sektor dan merancang perencanaan secara optimal. Saat ini, yang terpenting adalah mengawal implementasi secara rinci, melakukan pemantauan, serta merespons cepat berbagai kendala di lapangan. Dalam rapat koordinasi terbatas, seluruh pihak telah berkoordinasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama arus mudik," ujar Menko PMK, dikutip dari siaran pers Kementerian PPPA, Sabtu (29/3).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PPPA menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan Mudik Ramah Perempuan dan Anak (MRPA) dengan memastikan tersedianya fasilitas yang aman, nyaman, serta memenuhi kebutuhan spesifik perempuan, anak, lansia, dan difabel. Fasilitas tersebut mencakup ruang laktasi, tempat bermain anak, serta ruang kesehatan yang telah distandarisasi.
"Mudik tahun ini jauh lebih ramah bagi perempuan dan anak dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Saya melihat adanya ruang laktasi di rest area, meskipun sejauh ini belum ada ibu menyusui yang singgah di sana, mungkin karena lebih nyaman menyusui di dalam kendaraan. Selain itu, ruang istirahat anak sudah cukup baik, sehingga mereka dan ibu-ibu bisa beristirahatå dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan," ungkap Menteri PPPA.
Menteri PPPA juga mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak guna mencegah kejahatan dan penculikan, membawa kebutuhan khusus anak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, terutama bagi yang menggunakan kendaraan pribadi.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
"Jika terjadi kekerasan atau insiden lainnya selama mudik, masyarakat dapat segera melapor ke Layanan SAPA 129 atau posko pengaduan mudik terdekat," tambahnya.
Selain itu, Menteri PPPA mengapresiasi Jasa Marga yang telah menyediakan fasilitas ramah perempuan dan anak di sepanjang jalur tol Pulau Jawa, seperti toilet bersih untuk perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas, serta pos kesehatan dan pengaduan.
Ia berharap inisiatif ini dapat dicontoh oleh pengelola transportasi lainnya, termasuk di bandara, pelabuhan, stasiun, dan terminal.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pengecekan langsung di rest area Kilometer 57 yang merupakan salah satu rest area yang digunakan oleh masyarakat, yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas. Tentunya di rest area yang lain diharapkan juga dilengkapi dengan fasilitas yang sama.
Pada Rapat Koordinasi, pihak Jasa Marga menyampaikan terjadi peningkatan volume kendaraan pada H-10 sampai H-6 yakni sebesar 7% masyarakat sudah mulai mudik lebih awal.
"Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah memanfaatkan fasilitas dari Pemerintah mulai dari diskon e-toll, diskon lainnya yang diharapkan bisa membantu mengurai puncak arus mudik yang perkirakan terjadi pada H-3 atau tgl 28 Maret. Saat ini Polri tengah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan apabila dibutuhkan kita persiapkan skema oneway dan ganjil genap pada puncak arus mudik," ujar Kapolri.
Setelah meninjau rest area, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Merak guna mengevaluasi kesiapan fasilitas yang tersedia, termasuk ruang bermain anak, ruang laktasi, serta toilet yang ramah bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Selain itu, dilakukan pemantauan langsung terhadap arus mudik di pelabuhan yang menjadi salah satu titik vital dalam perjalanan pemudik menuju Pulau Sumatra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya