Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa mudik Lebaran 2026 berlangsung lancar dan lebih aman dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski mobilitas masyarakat meningkat, pemerintah mampu mengelolanya dengan baik berkat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi dalam pengaturan lalu lintas.
Baca Juga: ASDP Catat 29 Persen Pemudik Kembali ke Bali, Bersiap Layani Puncak Arus Balik Kedua
Ini disampaikan Menko PMK saat meninjau Pengelolaan Arus Lalu Lintas Libur Lebaran 2026 di Pos Pantau Jasa Marga Toll Command Center (JMTC) Bekasi, Rabu (25/3/2026).
"Alhamdulillah, arus mudik berjalan lancar dan aman. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pemudik meningkat, namun kasus kecelakaan justru menurun. Ini menunjukkan bahwa mobilitas tinggi tetap bisa dikelola dengan baik dan semakin aman," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko PMK, Kamis (26/3).
Data pemantauan menunjukkan bahwa puncak arus mudik pada 18 Maret 2026 (H-3) mencapai lebih dari 270.315 kendaraan, meningkat sekitar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, total kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai sekitar 2,52 juta kendaraan, atau naik tipis 0,9 persen.
Data tersebut selaras dengan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2026 yang menunjukkan bahwa puncak pergerakan pemudik terjadi secara serentak di berbagai moda transportasi. Pada H-3 Lebaran, pergerakan tertinggi tercatat pada angkutan penyeberangan sebesar 403.883 penumpang, diikuti angkutan kereta api sebanyak 401.238 penumpang, angkutan udara 311.836 penumpang, serta angkutan darat 232.016 penumpang.
Meski terjadi peningkatan mobilitas, tingkat keselamatan menunjukkan perbaikan signifikan. Sepanjang periode mudik, jumlah kecelakaan di perjalanan tercatat turun sekitar 16 persen dibandingkan tahun 2025, dari 31 kejadian menjadi 26 kejadian. Hal ini menegaskan bahwa pengelolaan arus mudik tidak hanya mampu mengakomodasi peningkatan pergerakan, tetapi juga semakin efektif dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Mobil Dinas Pemprov Jakarta Dipakai Mudik? Siap-siap TPP Dipotong
Menko PMK menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang mengedepankan koordinasi cepat dan berbasis data.
"Semua ini berkat kerja sama semua pihak yang merancang, mengantisipasi, dan merespons dengan cepat dan akurat, didukung teknologi seperti CCTV yang merata, intelligent transport system, dan analisis data," jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya