Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jumlah Tertanggung Naik Tajam, Industri Asuransi Jiwa Optimistis Jalani 2025

        Jumlah Tertanggung Naik Tajam, Industri Asuransi Jiwa Optimistis Jalani 2025 Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, memaparkan  bahwa industri asuransi jiwa menunjukkan tren pertumbuhan positif di awal tahun ini.

        Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), hingga Maret 2025 total tertanggung mencapai 97,86 juta orang, meningkat 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Budi mengatakan bahwa adanya pencapaian ini mencerminkan peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan jiwa.

        “Kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa kian meningkat. Hal ini dapat ditunjukkan melalui peningkatan jumlah total tertanggung sebanyak 19,7%. Sehingga total tertanggung industri asuransi jiwa sampai dengan Maret 2025 berjumlah 97,86 juta,” ujar Budi dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari–Maret 2025, Rabu (4/6/2025).

        Dengan adanya kenaikan jumlah tertanggung ini ditopang oleh pertumbuhan pada segmen utama yakni kumpulan dan perorangan.

        Diketahui bahwa tertanggung naik 11,6% menjadi 21,97 juta orang, sementara tertanggung kumpulan melonjak 22,2% menjadi 75,89 juta orang.

        Di sisi lain, pendapatan premi industri mencatat total Rp47,45 triliun, naik 3,2% secara tahunan.

        Adapun kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh premi dari polis kumpulan yang tumbuh signifikan 19,5% menjadi Rp10,88 triliun.

        Sedangkan, di sisi premi dari polis individu sedikit turun 0,9% menjadi Rp36,57 triliun, meskipun tetap mendominasi kontribusi sebesar 77,1% dari total premi.

        “Pada Q1 2025, terlihat bahwa pendapatan premi asuransi perorangan mengalami penurunan tipis 0,9% menjadi Rp36,57 triliun. Sementara dari premi polis kumpulan mengalami peningkatan signifikan 19,5% menjadi Rp10,88 triliun,” ujar Budi.

        Di momen yang sama, ia menambahkan bahwa lonjakan premi kumpulan menunjukkan minat yang meningkat dari sektor formal dan korporasi terhadap perlindungan jiwa bagi karyawan mereka.

        “Pertumbuhan pada total tertanggung menjadi sinyal positif bagi industri kami untuk boleh tetap optimis dalam menjalani sisa tahun 2025 dan menjadi komitmen bagi industri asuransi jiwa untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui transformasi dari aspek layanan maupun aspek produk asuransi jiwa,” tegas Budi.

        Meskipun total pendapatan industri sebesar 17,5% dibandingkan kuartal I 2024, AAJI menilai kinerja kuartal ini tetap menunjukkan ketahanan industri di tengah tantangan ekonomi dan tekanan global yang masih berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Azka Elfriza

        Bagikan Artikel: