Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ancaman Siber dan Biaya Medis Tekan Industri Asuransi Jiwa

Ancaman Siber dan Biaya Medis Tekan Industri Asuransi Jiwa Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Chief Risk Officer (CRO) Forum 2026 sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan risiko industri asuransi jiwa di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan ancaman siber.

Dalam forum yang bertajuk "Navigating Geopolitical Uncertainty: Strengthening Risk Resilience for Indonesia’s Life Insurance Industry", AAJI menghadirkan regulator, ekonom, praktisi, hingga pelaku industri guna membahas strategi pengelolaan risiko yang adaptif dan terintegrasi bagi industri asuransi jiwa nasional.

Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan AAJI, Robbi Yanuar Walid, mengatakan bahwa industri asuransi jiwa kini menghadapi kompleksitas yang semakin tinggi, terutama akibat percepatan transformasi digital dan meningkatnya ancaman siber.

“Seiring meningkatnya kompleksitas risiko di industri asuransi jiwa, terutama akibat percepatan transformasi digital, tantangan pengelolaan data, serta ancaman siber, risiko-risiko tersebut menjadi semakin krusial dan perlu diantisipasi secara terstruktur,” ujar Robbi dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Adanya penguatan ketahanan siber menjadi kebutuhan mendesak bagi industri jasa keuangan. Maka dari itu, kolaborasi ini didorong bersama dengan beberapa pemangku kepentingan.

“Penguatan ketahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. AAJI terus mendorong penguatan ini melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk melalui inisiatif cyber help desk sebagai dukungan awal bagi industri,” katanya.

Beberapa tahun terakhir, AAJI menilai dinamika global bisa memicu tekanan berlapis terhadap industri asuransi. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan risiko lapse dan surrender dan memperbesar eksposur risiko kesehatan akibat kenaikan biaya medis dan perubahan pola morbiditas masyarakat.

Baca Juga: Skema Baru OJK, RBC Asuransi Dipecah Jadi Dua Tier

Baca Juga: Premi Industri Asuransi Hanya Tumbuh 0,74%, Klaim Malah Melesat 5,56%

Baca Juga: OJK Terapkan QR Code STTD, Jadi Senjata Baru Perkuat Asuransi

Dalam forum tersebut, Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan industri asuransi kini menghadapi spektrum risiko yang semakin luas.

“Industri asuransi saat ini menghadapi spektrum risiko yang semakin luas, mulai dari bencana alam, mortalitas, ancaman siber, tantangan kesehatan, serta kesiapan dana pensiun,” ujarnya.

Ia menilai, praktik terbaik bagi CRO tidak hanya berfokus pada pengawasan risiko tapi juga memastikan kecukupan modal dan penguatan tata kelola perusahaan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: