Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mendagri Tito Pastikan Pembangunan Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Bencana Rusak Berat

        Mendagri Tito Pastikan Pembangunan Hunian Tetap bagi Warga Terdampak Bencana Rusak Berat Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah telah menyiapkan skema matang untuk membangun kembali rumah warga yang masuk dalam kategori rusak berat secara bertahap.

        Tito menjelaskan bahwa penanganan dimulai dari penyediaan fasilitas tempat tinggal sementara. Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih fasilitas yang telah disediakan pemerintah atau mengambil opsi bantuan biaya sewa secara mandiri.

        "Dan kemudian untuk yang rusak berat itu akan dibangunkan rumah. Tahapannya disiapkan hunian sementara. Ada yang mungkin hunian sementara disiapkan, ada juga yang mungkin ingin mendapatkan biaya bantuan sewa di rumah keluarganya, ada pilihannya. Setelah itu disiapkan hunian, akan dibangunkan hunian tetap," kata Tito di Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

        Baca Juga: KSAD Klaim Penanganan Bencana di Sumatera Paling Cepat

        Lebih lanjut, Tito memaparkan bahwa proses pembangunan hunian tetap (huntap) akan dilakukan melalui tiga jalur pendanaan dan pengerjaan yang berbeda. Skema ini melibatkan kolaborasi antara lembaga pemerintah, anggaran negara, hingga keterlibatan pihak swasta.

        Strategi ini dirancang agar percepatan pembangunan dapat dilakukan secara masif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang terdampak.

        "Hunian tetap ini ada tiga konsep. Yang pertama adalah dari Danantara sebanyak 15.000, kemudian dari APBN yang jumlahnya jauh lebih besar yang dikerjakan oleh Kementerian PKP atau Kementerian Perumahan, kalau Danantara dari BNPB yang mengerjakan ada 15.000. Setelah itu ada konsep gotong royong, artinya pihak-pihak yang ingin membantu, di antaranya Agung Sedayu sudah membantu sebanyak 2.600 dan sudah ground breaking minggu lalu," ujarnya.

        Pemerintah berharap dengan adanya pembagian tugas antara BNPB, Kementerian Perumahan, dan dukungan sektor swasta melalui konsep gotong royong tersebut, target pemulihan hunian dapat tercapai tepat waktu guna memastikan warga terdampak bisa segera kembali menjalani kehidupan dengan layak.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: