Penjualan Mobil Jeblok hingga 40 Persen di Tahun 2025, Honda Fokus Lakukan ini di Tahun 2026
Kredit Foto: Istimewa
PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan strategi bisnis pada 2026 akan fokus memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan di tengah pasar otomotif yang semakin menantang.
Sales, Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, mengatakan bahwa pasar otomotif nasional saat ini mengalami perlambatan secara bertahap sejak 2022. Kondisi tersebut turut memengaruhi kinerja seluruh pelaku industri, termasuk Honda.
"Bagi kami, ini bukan semata soal angka, melainkan bagaimana beradaptasi," ujar Billy.
Ia melanjutkan berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), sepanjang JanuariāDesember 2025 Honda mencatat penjualan wholesales sebanyak 56.500 unit, capaian tersebut artinya Honda mengalami penurunan pasar sekitar 40 persen.
Sementara itu, dari sisi penjualan ritel, Honda tahun lalu total menjual 71.233 unit, atau angka ini turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 103.023 unit.
"Penurunan ini sejalan dengan melemahnya pasar otomotif nasional yang tercatat turun sekitar 7 persen pada periode yang sama," kata Billy.
Billy menjelaskan bahwa pada 2025 penjualan ritel Honda bahkan lebih tinggi dibandingkan distribusi kendaraan ke dealer. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penyesuaian stok di tengah pasar yang melambat.
"Pada 2025, penjualan ritel Honda lebih tinggi dibandingkan distribusi ke dealer. Ini sebagai bagian dari penyesuaian stok dengan laju pasar yang melambat," kata Billy.
Sementara itu, secara umum,Ā memasuki 2026, Honda tidak hanya menargetkan peningkatan penetrasi pasar, tetapi juga berupaya memperkuat loyalitas pelanggan yang sudah mempercayai merek tersebut.
"Tahun ini strategi kami tak hanya berorientasi pada penetrasi pasar, tapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan yang sudah mempercayai Honda. Menjaga loyalitas pelanggan menjadi prioritas," kata Presiden Direktur HPM, Shugo Watanabe.
Iamenilai industri otomotif nasional saat ini tengah menghadapi dinamika yang cukup besar dan pasar semakin kompetitif sementara ekspektasi konsumen terus berkembang.
"Honda memilih untuk melihat bisnis secara lebih luas. Kami tidak hanya fokus pada penjualan mobil baru," pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa strategi perusahaan ke depan juga mencakup penguatan layanan purnajual serta peningkatan pengalaman pelanggan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan pasar otomotif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat