- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Performa Solid, Kilang Pertamina Internasional Lampaui Target Olahan 290 Juta Barel
Kredit Foto: PT KPI
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sukses mencatatkan performa operasional gemilang sepanjang tahun 2025. Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero) ini melaporkan realisasi pengolahan bahan baku yang melampaui target, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengungkapkan hingga November 2025, perusahaan berhasil mengolah bahan baku sebesar 300 juta barel. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 290 juta barel, atau mencatatkan pertumbuhan hampir 5%.
"Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen KPI dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasional yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas. Dengan kinerja yang terus meningkat, kilang Pertamina siap menghadapi tantangan industri energi global," ujar Milla dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga: KPI Bangun Rumah Berdaya, Berdayakan Perempuan dan Tekan Emisi Karbon Lewat Daur Ulang
Tak hanya dari sisi volume, kualitas produksi KPI juga menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari total yield yang mencapai 94% dari volume intake. Sementara itu, indikator Yield Valuable Product hingga November 2025 terealisasi hampir 84%, melampaui target di kisaran 83%.
Milla menegaskan bahwa capaian ini menandakan peningkatan signifikan pada output kilang yang memiliki nilai jual tinggi. Dari sisi efisiensi, KPI berhasil menekan Energy Intensity Index (EII) ke level 106, lebih baik dari target yang dipatok di angka 107. Sebagai informasi, semakin kecil angka EII, maka kinerja energi sebuah kilang dinilai semakin efisien.
Inovasi Hijau: B40 dan SAF Jadi Game Changer
Tahun 2025 turut menjadi tonggak sejarah bagi KPI dalam mengakselerasi transisi energi. Perusahaan mulai memproduksi B40 (campuran solar dengan 40% biodiesel) di Kilang Plaju dan Kilang Kasim, dengan total produksi menembus 6 juta barel hingga September 2025.
Selain itu, KPI mencetak sejarah melalui produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah (Used Cooking Oil) di Kilang Cilacap. Bahan bakar ramah lingkungan ini telah sukses digunakan dalam penerbangan komersial Pelita Air rute Jakarta–Denpasar pada Agustus 2025 lalu.
Menatap tahun 2026, Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, menegaskan kesiapan perusahaan untuk terus meningkatkan volume produksi guna memangkas ketergantungan pada impor BBM.
Baca Juga: KPI Bangun Kapasitas Petrokimia, Produksi Propylene Tembus 225 Ribu Ton
Dalam kaitan tersebut, proyek RDMP Balikpapan diproyeksikan menjadi kunci utama dengan target peningkatan kapasitas produksi dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari. Taufik menilai penguatan hilirisasi industri migas dengan memanfaatkan produk turunan kilang akan menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.
“Hilirisasi tidak hanya akan menghidupkan industri dan melayani masyarakat secara langsung, tapi juga membesarkan industri itu sendiri melalui ekonomi hijau dan berkelanjutan, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” pungkas Taufik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: