- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Proyek RDMP Balikpapan Segera On-Stream, Kapasitas Kilang Pertamina Melejit ke 360 Ribu Barel
Kredit Foto: Istimewa
Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), bersiap memperkuat ketahanan energi nasional. Hal ini seiring dengan rencana peresmian proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di 2026.
Proyek ini diproyeksikan bakal mendongkrak kapasitas produksi RU V Balikpapan secara signifikan dari 260.000 menjadi 360.000 barel per hari (bph).
Tak hanya dari sisi kuantitas, operasional RDMP Balikpapan juga menjamin kualitas produk yang lebih hijau dengan standar internasional Euro V. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar penguatan hilirisasi migas nasional melalui pemanfaatan produk turunan kilang.
Baca Juga: KPI Bangun Rumah Berdaya, Berdayakan Perempuan dan Tekan Emisi Karbon Lewat Daur Ulang
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman menegaskan bahwa strategi hilirisasi adalah kunci untuk menjawab tantangan industri energi masa depan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Hilirisasi tidak hanya akan menghidupkan industri dan melayani masyarakat secara langsung, tapi juga membesarkan industri itu sendiri melalui ekonomi hijau dan berkelanjutan, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” ujar Taufik dalam keterangan, Senin (5/1/2026).
Rapor Hijau Kinerja Operasional 2025
Optimisme perseroan didorong oleh performa solid sepanjang tahun 2025. Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, mengungkapkan bahwa Total Intake atau bahan baku yang diproses selama periode Januari-November 2025 menembus angka 300 juta barel.
Realisasi ini melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 290 juta barel, atau mencatatkan pertumbuhan hampir 5%. Dari sisi efisiensi, KPI berhasil mencetak Total Yield sebesar 94% dari volume intake, dengan Yield Valuable (produk bernilai jual tinggi) mencapai 84%, di atas target yang dipatok pada level 83%.
Baca Juga: KPI Bangun Kapasitas Petrokimia, Produksi Propylene Tembus 225 Ribu Ton
KPI juga mencatatkan skor Energy Intensity Index (EII) di level 106, lebih baik dari target 107. Sebagai catatan, semakin rendah angka EII, maka tingkat efisiensi energi kilang semakin optimal.
“Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen KPI dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasional yang efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas. Dengan kinerja yang terus meningkat, kilang Pertamina siap menghadapi tantangan industri energi global,” tegas Milla.
Agresi Green Fuel: B40 hingga SAF
Sepanjang 2025, KPI juga mempercepat transisi energi melalui sejumlah inovasi produk:
- Produksi B40: Kilang Plaju dan Kasim telah memproduksi lebih dari 6 juta barel B40 hingga September 2025.
- Sustainable Aviation Fuel (SAF): Kilang Cilacap mencetak sejarah dengan memproduksi avtur berbahan minyak jelantah (Used Cooking Oil), yang sukses digunakan dalam penerbangan komersial Pelita Air rute Jakarta–Denpasar pada Agustus 2025.
- UltraDex Euro V: Pada Desember 2025, Kilang Balikpapan resmi meluncurkan UltraDex, bahan bakar diesel dengan kadar sulfur sangat rendah (Ultra Low Sulfur Diesel).
Di sisi lingkungan, KPI melampaui target dekarbonisasi dengan menekan emisi hingga 400 ribu ton CO2eq per November 2025, atau 120% dari target kumulatif sebesar 330 ribu ton CO2eq.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: