Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CME Gap Belum Tertutup, Harga Bitcoin Turun ke US$91.000

        CME Gap Belum Tertutup, Harga Bitcoin Turun ke US$91.000 Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga bitcoin melemah pada dan berpotensi menghadapi tekanan teknikal tambahan, seiring masih terbukanya celah harga (gap) dalam kontrak berjangka Chicago Mercantile Exchange (CME) di Rabu (7/1).

        Dilansir dari Coinmarketcap, harga bitcoin terakhir diperdagangkan dalam area sekitar US$91.000. Tekanan muncul setelah terbentuknya gap pada akhir pekan, ketika bitcoin ditutup dalam area sekitar US$90.600.

        Baca Juga: Morgan Stanley Tengah Ajukan Spot Bitcoin dan Solana ETF

        Futures bitcoin merupakan instrumen yang diselesaikan secara tunai dan dirancang untuk melacak harga Bitcoin. Berbeda dengan pasar spot kripto yang beroperasi dua puluh empat jam, kontrak futures tidak diperdagangkan sepanjang waktu dan tutup selama satu jam setiap hari serta sepanjang akhir pekan. Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya gap harga ketika bitcoin bergerak signifikan di luar jam perdagangan dari Chicago Mercantile Exchange.

        Gap menjadi indikator teknikal yang banyak diperhatikan pelaku pasar, karena bitcoin secara historis kerap kembali bergerak ke area tersebut dalam proses yang dikenal sebagai gap fill.

        Meski bukan pola yang selalu terjadi, gap fill tercatat cukup sering muncul sehingga berkembang menjadi narasi teknikal yang mapan dalam kalangan trader. Dalam banyak kasus, pergerakan kembali ke area gap terjadi dalam hitungan hari, meskipun beberapa gap dapat bertahan lebih lama sebelum tertutup.

        Dinamika ini kerap dibandingkan dengan teori max pain dalam pasar opsi, di mana level teknikal yang banyak diamati dapat memengaruhi pergerakan harga.

        Baca Juga: Tom Lee: Belum Puncak, Harga Bitcoin Akan Cetak Rekor di Januari

        Baca Juga: 7 Safe Ways to Invest in Crypto for Beginners

        Seperti halnya max pain, keberadaan gap dapat bersifat self-reinforcing, karena trader cenderung memposisikan diri untuk mengantisipasi pergerakan harga menuju area gap hanya karena level tersebut menjadi perhatian pasar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: