Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Dapur Umum hingga Sekolah Darurat, Lazis Darul Hikam Menjaga Harapan Penyintas Sumatra

        Dari Dapur Umum hingga Sekolah Darurat, Lazis Darul Hikam Menjaga Harapan Penyintas Sumatra Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Derasnya banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tak hanya menyisakan lumpur dan puing, tetapi juga kisah kehilangan serta perjuangan panjang masyarakat untuk kembali berdiri.

        Di tengah situasi penuh ketidakpastian itu, kehadiran Lazis Darul Hikam menjadi penopang harapan, memastikan para penyintas tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

        Sebagai lembaga filantropi, Lazis Darul Hikam menunjukkan komitmen kemanusiaan melalui respon yang terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

        Direktur Lazis Darul Hikam, Hadi Gumilar, menjelaskan bahwa sepanjang periode 29 November hingga 29 Desember 2025, pihaknya menyalurkan berbagai bentuk bantuan darurat hingga pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

        “Bantuan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, pendidikan darurat, serta pemulihan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Hadi, Kamis (8/1/2026).

        Dalam aksi kemanusiaan tersebut, Lazis Darul Hikam menyalurkan bantuan pangan dalam skala besar. Tercatat, sebanyak 4.445 penerima manfaat menerima paket sembako, 30.978 paket makanan siap saji, serta 25.638 paket layanan dapur umum guna memastikan kebutuhan konsumsi warga tetap terpenuhi selama masa darurat.

        Tak hanya soal pangan, perhatian juga diberikan pada perlindungan keluarga dan kelompok rentan. Sebanyak 16.990 paket perlengkapan darurat keluarga, 2.630 paket ibu dan anak, serta 100 paket hygiene kit disalurkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan masyarakat di tengah kondisi pascabencana.

        Baca Juga: Selain Urai Kemacetan, Flyover Nurtanio Bandung Diharapkan Persingkat Waktu Tempuh

        Pada sektor kesehatan dan lingkungan, Lazis Darul Hikam menghadirkan 1.600 paket layanan kesehatan serta dukungan sanitasi air bersih bagi 500 jiwa. Langkah ini menjadi upaya preventif untuk menekan risiko munculnya penyakit akibat banjir.

        Komitmen kemanusiaan tersebut juga menyentuh sektor pendidikan. Sebanyak 11.533 paket bantuan untuk guru dan sekolah darurat disalurkan agar aktivitas belajar anak-anak tetap berjalan meski dalam keterbatasan.

        Bahkan, Lazis Darul Hikam turut menyalurkan makanan hewan, membantu warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor peternakan.

        Adapun wilayah penyaluran bantuan mencakup Kecamatan Palembayan, IV Koto, Tanjung Raya, dan Malalak di Kabupaten Agam, serta Kecamatan Batipuh di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

        Bantuan juga menjangkau Kecamatan Babalan, Tanjungpura, dan Hinai di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, serta Kecamatan Kualasimpang, Kejuruan Muda, dan Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang.

        Sebagai bagian dari pemulihan jangka menengah, Lazis Darul Hikam membangun sekolah darurat di Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Kualasimpang, serta mendirikan dapur umum di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

        Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali belajar sekaligus pusat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

        Hadi menegaskan, seluruh respon kemanusiaan tersebut merupakan amanah dari para donatur yang setia mendukung perjuangan Lazis Darul Hikam.

        “Kami berupaya hadir tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendampingi, memberikan semangat, motivasi, serta trauma healing bagi anak-anak. Terima kasih kepada seluruh SahabatKebaikan yang telah menguatkan langkah kemanusiaan ini,” ungkapnya.

        Manfaat program dirasakan langsung oleh warga terdampak. Nurhayati, warga Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.

        “Saat banjir datang, kami kehilangan banyak hal. Bantuan dari relawan Lazis Darul Hikam bukan hanya membantu kami bertahan, tapi juga memberi harapan untuk bangkit kembali,” ujarnya.

        Hal serupa disampaikan Deci, guru sekaligus orang tua siswa di Aceh Tamiang.

        “Anak-anak sempat tidak bisa belajar karena sekolah terendam banjir. Dengan adanya sekolah darurat ini, mereka kembali punya semangat dan rutinitas belajar meskipun hanya menggunakan tenda dan beralaskan terpal,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: