Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Sindir Pajak Hingga Bea Cukai, Purbaya: Yang Jelek-jelek akan Kita Rumahkan!

        Prabowo Sindir Pajak Hingga Bea Cukai, Purbaya: Yang Jelek-jelek akan Kita Rumahkan! Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat sindiran langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait masih maraknya penyelewengan di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sindiran itu disampaikan Presiden saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, yang menyoroti kebocoran penerimaan negara akibat praktik curang di dua institusi tersebut.

        “Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan presiden di Hambalang, dia bilang ‘apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?’ itu pesan ke saya dari presiden walaupun dia ga ngeliat ke saya,” kata Purbaya usai konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

        Purbaya mengungkapkan, sindiran tersebut mencerminkan keprihatinan Presiden terhadap masih maraknya praktik under invoicing dan penghindaran pajak yang melibatkan oknum pegawai di lingkungan Pajak dan Bea Cukai. Menurutnya, banyak transaksi yang tidak terdeteksi sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran penerimaan negara dalam jumlah besar.

        “Ada praktek under invoicing yang masih besar, yang ga terdeteksi di pajak dan bea cukai,” ujarnya.

        Baca Juga: Kantor Purbaya Ungkap Pemerintah Tarik Utang Baru Rp736,3 triliun Hingga Desember 2025

        Ia mengungkapkan, Kementerian Keuangan telah menemukan sedikitnya 10 perusahaan kelapa sawit yang melakukan under invoicing hingga sekitar 50 persen dari total volume ekspor. Praktik tersebut menyebabkan nilai ekspor yang dilaporkan jauh lebih rendah dari nilai sebenarnya.

        Selain itu, Purbaya juga menyoroti praktik penghindaran pajak oleh perusahaan asing. Ia mengaku menemukan perusahaan baja asal China yang beroperasi secara ilegal di Indonesia dan luput dari pengawasan otoritas pajak dan bea cukai.

        “Kalau pajak saja dari orang yang sudah insaf itu setahun bisa 4 triliun lebih, jadi besar. banyak perusahaan. tapi yang saya heran adalah ada perusahaan yang familiar, perusahaan dari asing bisa beroperasi di sini, sementara orang pajak selama ini seperti agak tutup mata. kalau saya tahu kan mereka pasti lebih tahu dari saya, yang bea cukai seperti itu juga,” tuturnya.

        Baca Juga: Resmi Berlaku! Purbaya Sebut Aturan Parkir Dolar DHE SDA di Himbara Sudah Diteken Prabowo

        Menanggapi kondisi tersebut, Purbaya menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia meminta seluruh pegawai meningkatkan kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemungutan penerimaan negara.

        “Kalau bea cukai ancamanya clear dari sana. Kalau nggak bisa betulin setahun ya betul-betul dirumahkan. Jadi saya akan selamatkan, supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. Yang jelek-jelek kita akan rumahkan,” katanya.

        Baca Juga: Defisit APBN 2025 Nyaris 3%, Purbaya: Bisa Nol, Tapi Ekonomi Morat-Marit

        Untuk memperkuat pengawasan, Purbaya menyatakan Kementerian Keuangan akan memanfaatkan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), guna mendeteksi transaksi mencurigakan dan memastikan seluruh potensi penerimaan negara dapat dihimpun tanpa kebocoran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: