Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
PT Kimia Farma Tbk memperkuat pondasi bisnis dan struktur keuangannya melalui dukungan pinjaman pemegang saham (shareholder loan/SHL) senilai Rp846 miliar sebagai bagian dari Rencana Restrukturisasi Perusahaan (RRP) yang tengah dijalankan sepanjang 2025. Pendanaan tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus memastikan keberlangsungan operasional bisnis perseroan.
GM Corporate Secretary Ida PT Kimia Farma Tbk, Rasita menyampaikan bahwa SHL menjadi salah satu strategi utama RRP guna memperoleh alternatif modal kerja. Dengan tambahan pendanaan tersebut, perseroan menargetkan pemenuhan kebutuhan operasional yang berdampak langsung terhadap aktivitas produksi dan penjualan.
"Pendanaan sebesar Rp846 miliar itu bersumber dari PT Danantara Asset Management yang disalurkan melalui PT Bio Farma (Persero) selaku induk usaha Kimia Farma. Dana tersebut kemudian diberikan kepada Kimia Farma melalui mekanisme pinjaman pemegang saham setelah seluruh syarat dan ketentuan pencairan dipenuhi oleh perseroan," ungkapnya, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Bio Farma Suntik Modal Rp846 Miliar ke Kimia Farma (KAEF)
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Ungkap Transaksi Rp3,49 Triliun, Soal Apa?
Baca Juga: Perkuat Stabilitas Finansial, Kimia Farma Apotek Restrukturisasi Keuangan Rp5 T bersama Lima Bank
Manajemen menjelaskan, rencana penerimaan SHL telah memperoleh pendapat kewajaran dari pihak independen yang menerbitkan laporan fairness opinion. Skema pendanaan tersebut disusun dan dilaksanakan secara terstruktur serta disesuaikan dengan kebijakan pemegang saham.
Perseroan menegaskan, pelaksanaan SHL tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pendekatan tersebut, Kimia Farma berupaya memastikan bahwa penguatan permodalan berjalan selaras dengan tata kelola perusahaan yang baik.
Melalui tambahan modal kerja dari SHL, Kimia Farma berharap dapat meningkatkan kelancaran operasional, memperbaiki kinerja keuangan, serta menopang proses pemulihan dan pertumbuhan bisnis perseroan ke depan. Dukungan pendanaan ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi upaya restrukturisasi yang berkelanjutan di tengah dinamika industri farmasi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: