Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sasar Nasabah Ritel, BSI Genjot Perluasan Layanan ke Pasar

        Sasar Nasabah Ritel, BSI Genjot Perluasan Layanan ke Pasar Kredit Foto: BSI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mempercepat transformasi digital dengan memperluas ekosistem layanannya hingga ke pasar tradisional. Strategi ini dilakukan untuk mendekatkan layanan perbankan syariah ke seluruh segmen nasabah sekaligus memperluas penetrasi produk keuangan syariah di tengah masyarakat.

        "Kami terus berupaya meningkatkan angka literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air, salah satunya melalui perluasan akses jaringan layanan BSI di masyarakat. Untuk itu, tahun ini kami juga menyasar ekosistem pasar tradisonal melalui pembukaan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo. 

        Lapak BSI dirancang sebagai gerai perbankan syariah yang memberikan layanan komprehensif. Nasabah dapat melakukan pembukaan rekening, mengakses layanan emas seperti cicilan emas, gadai emas, hingga Bank EMAS melalui BYOND, memanfaatkan pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan syariah, business matching, kolaborasi BSI Agen, serta berbagai transaksi lainnya.

        Baca Juga: BSI Genjot Layanan Bank Emas lewat BYOND

        Pada tahap awal, Lapak BSI telah hadir di 28 titik yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar. Kota-kota tersebut dipilih sebagai basis pengembangan ekosistem usaha dan pasar ritel agar semakin maju, berdaya saing, serta mampu memberi kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

        Keberadaan pasar dinilai strategis karena menjadi pusat lahirnya UMKM sekaligus penggerak utama perputaran ekonomi grassroot. Tak hanya mendekatkan layanan, kehadiran Lapak BSI juga mendorong digitalisasi aktivitas pasar sekaligus menjadi sarana literasi dan inklusi keuangan syariah yang lebih masif, khususnya bagi pelaku UMKM.

        "Ini menjadi bukti bahwa BSI hadir lebih dekat dengan denyut nadi ekonomi masyarakat. Dari pasar tradisional hingga pusat komunitas, BSI menjadi mitra tumbuh Bersama," ujarnya.

        Baca Juga: Perkuat Pemulihan Pasca Bencana, BSI Bangun 90 Huntara di Aceh

        Transformasi digital BSI terus menunjukkan perluasan ekosistem transaksi melalui BSI EDC dan BSI QRIS. Hingga November 2025, jumlah EDC telah menembus lebih dari 21 ribu merchant, sementara QRIS mencapai 551 ribu di seluruh Indonesia.

        Pertumbuhan ini sejalan dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang memanfaatkan e-channel BSI serta kemudahan layanan yang kompetitif dan lengkap. Lapak BSI pun diharapkan menjadi salah satu pintu masuk utama untuk mempercepat penetrasi digital di kalangan pelaku usaha.

        “Transformasi digital menjadi salah satu pondasi untuk memperluas pangsa pasar layanan BSI kedepan. Inisiatif digitalisasi pasar tradisional dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang perputaran ekonominya di pasar”, imbuh Anggoro.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: