Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Optimistis Ekonomi RI Terjaga di 2026

        Danantara Optimistis Ekonomi RI Terjaga di 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Danantara Indonesia optimistis stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga pada 2026, meskipun perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian. Ketahanan permintaan domestik yang menyumbang lebih dari 50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dukungan kebijakan fiskal yang kembali pro-pertumbuhan, serta dampak lanjutan pelonggaran moneter menjadi penopang utama ekonomi nasional.

        Dalam Danantara Economic Outlook 2026, perekonomian Indonesia dinilai berhasil melewati fase konsolidasi pada paruh pertama 2025 dan mulai menunjukkan pemulihan pada paruh kedua tahun tersebut. Perbaikan ini tercermin dari bangkitnya konsumsi rumah tangga, membaiknya prospek ketenagakerjaan, serta kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi selama empat bulan berturut-turut, setelah sebelumnya mengalami kontraksi.

        “Tema utama 2026 adalah ketahanan. Narasi ekonomi bergeser dari penyerapan guncangan menuju transmisi kebijakan fiskal dan moneter,” tulis Danantara dalam laporannya, Jakarta, Senin (12/1/2026). 

        Baca Juga: Danantara Prediksi Kinerja Bank BUMN akan Membaik di 2026

        Dari sisi fiskal, Danantara menilai pemerintah telah meninggalkan fase pengetatan anggaran pada awal 2025 dan beralih ke sikap yang lebih pro-pertumbuhan. Fokus kebijakan diarahkan pada penghapusan hambatan administratif guna mempercepat penyaluran belanja negara dan memperkuat permintaan domestik.

        Salah satu pendorong fiskal yang disorot Danantara adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai telah memperoleh pijakan yang lebih kuat pada paruh kedua 2025, ditandai dengan percepatan pembukaan dapur dan titik distribusi. Dalam laporan tersebut, MBG disebut berperan sebagai pendorong percepatan penyerapan anggaran sekaligus sumber permintaan domestik yang konsisten, sehingga memberikan bantalan tambahan bagi konsumsi rumah tangga sepanjang 2026.

        Dari sisi moneter, Danantara menilai dampak pelonggaran kebijakan Bank Indonesia akan semakin terasa pada 2026. Sepanjang 2025, suku bunga acuan telah diturunkan secara kumulatif sebesar 125 basis poin. Dampak lanjutan dari kebijakan tersebut diperkirakan mulai sepenuhnya mendorong ekspansi kredit, khususnya pada segmen kredit modal kerja, seiring pulihnya aktivitas bisnis dan meningkatnya kebutuhan operasional perusahaan.

        Selain kredit modal kerja, Danantara menyoroti bahwa permintaan kredit investasi tetap solid bahkan selama fase perlambatan. Kondisi ini mencerminkan fundamental investasi yang relatif kuat, meskipun pada 2025 pertumbuhan investasi masih didominasi oleh investor domestik dan terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu seperti pertambangan, logistik, dan kesehatan.

        Baca Juga: Danantara Segera Groundbreaking Lima Proyek Hilirisasi Senilai Rp100 Triliun

        Meski prospek pertumbuhan dinilai positif, Danantara mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diantisipasi. Tekanan inflasi, dinamika imbal hasil, volatilitas nilai tukar, serta potensi peningkatan kredit bermasalah menjadi faktor yang dapat membatasi ruang akselerasi ekonomi apabila tidak dikelola secara hati-hati.

        Selain itu, volatilitas nilai tukar, dinamika imbal hasil obligasi, serta ketidakpastian global dan geopolitik dinilai masih menjadi risiko eksternal yang perlu dicermati. Percepatan pertumbuhan ekonomi juga berpotensi diikuti peningkatan risiko kredit apabila manajemen risiko tidak dijaga secara disiplin.

        Dalam laporannya, Danantara menyebut kondisi tersebut sebagai batas pertumbuhan atau growth ceiling, yakni situasi di mana ekonomi masih mampu tumbuh, namun menghadapi keterbatasan struktural yang dapat menghambat akselerasi lebih lanjut.

        “Menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas akan menjadi tantangan utama pada 2026,” tulis Danantara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: