Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wall Street Melemah, Saham Keuangan Tertekan Usulan Trump

        Wall Street Melemah, Saham Keuangan Tertekan Usulan Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada Selasa (13/1). Saham sektor keuangan memimpin penurunan menyusul kekhawatiran terkait usulan pembatasan suku bunga kartu kredit dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        Dilansir dari Reuters, Rabu (14/1), Dow Jones Industrial Average turun 0,80% ke 49.191,99, S&P 500 melemah 0,19% ke 6.963,74 dan Nasdaq Composite turun 0,10% ke 23.709,87.

        Baca Juga: Dana Asing Rp1,99 Triliun Masuk! Ini 10 Saham Incaran Investor

        Penurunan pasar relatif terbatas setelah data yang dirilis lebih awal menunjukkan inflasi pada Desember. Hal itu tidak mengubah pandangan pasar bahwa suku bunga akan dipangkas oleh Federal Reserve (The Fed).

        Usulan Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit di 10%. Hal itu dipandang akan langsung menekan profitabilitas perusahaan keuangan.

        Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan, Jamie Dimon memperingatkan bahwa kebijakan tersebut juga berpotensi merugikan konsumen dengan mengurangi ketersediaan kredit.

        Kekhawatiran tersebut memperpanjang aksi jual saham sektor keuangan yang sudah berlangsung sejak awal pekan.

        “Saham keuangan terpukul oleh proposal kartu kredit dari Trump,” kata Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey.

        “Isu ini mulai benar-benar diperhatikan pasar. Saya pikir akan sangat sulit untuk diwujudkan, tetapi risikonya masih ada,” ujarnya.

        Kinerja JPMorgan dan beberapa perusahaan lain secara tidak resmi menandai dimulainya musim laporan keuangan kuartal keempat di AS.

        Baca Juga: Bursa Asia Mixed, Saham Jepang Meroket Gegara Takaichi

        Saham bank-bank besar lainnya dijadwalkan melaporkan kinerja dalam beberapa hari ke depan. Analis memperkirakan sebagian besar bank akan membukukan hasil yang lebih kuat pada kuartal terakhir 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: