Lawan Trump, China Diam-diam Larang Pengusaha Gunakan Software Cybersecurity AS
Kredit Foto: Ist
China memerintahkan perusahaan domestik untuk menghentikan penggunaan perangkat lunak keamanan siber asal Israel dan Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul ancaman perang dagang dari Presiden Amerika Serikat, DonaldTrump.
Dilansir dari Reuters, Kamis (15/1), China dikabarkan melakukan hal tersebut menyusul kekhawatirannya terhadap keamanan nasional. Pihaknya tengah mendorong penggantian teknologi buatan luar negeri dengan alternatif dalam negeri.
Baca Juga: Janjikan Bantuan, Trump Dukung Pengunjuk Rasa Iran
Dari Amerika Serikat, perusahaan yang perangkat lunaknya dilarang digunakan antara lain VMware, Palo Alto Networks, dan Fortinet. Dari Israel, perusahaan yang terdampak adalah Check Point Software Technologies.
China menyatakan kekhawatiran bahwa perangkat lunak tersebut berpotensi mengumpulkan dan mengirimkan informasi rahasia ke luar negeri.
Isu politik seputar vendor keamanan siber asing bukanlah hal yang baru dari negara tersebut. Ketegangan Barat dan China juga dipicu oleh upaya pemerintah memperkuat sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Larangan ini muncul saat gencatan perang dagang yang dilakukan oleh China dan AS. Adapun Trump direncanakan akan melakukan kunjungan ke Beijing di April 2026.
Baca Juga: Jepang Lega, Larangan Ekspor China Tak Seburuk Prediksi Investor
Gencatan perang dagang ini semakin rapuh menyusul beragam ketegangan yang terjadi akibat kebijakan tarif yang terus dilemparkan oleh Trump.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: